Makin Banyak Orang Merokok saat Pandemi, Industri Tembakau Jadi Aman

Anisa Indraini - detikFinance
Jumat, 26 Jun 2020 16:10 WIB
Rokok
Foto: Ilustrasi rokok (andi/detikcom)
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut ada beberapa sektor industri yang tidak terlalu terdampak pandemi Corona (COVID-19), salah satunya industri rokok dan tembakau.

Airlangga menyebut semakin pusing masyarakat, semakin banyak yang merokok sehingga sektor ini bisa bertahan. Hal itu terbukti dari masih tumbuhnya penerimaan negara dari cukai industri rokok.

"Ada juga sektor yang tidak terlalu terkena secara dalam yaitu sektor rokok dan tembakau. Makin pusing, makin banyak yang merokok dan ini kita juga lihat dari pendapatan cukai dari rokok juga masih baik," kata Airlangga melalui webinar, Jumat (26/6/2020).

Berdasarkan data yang dipaparkan, sejak awal tahun ini atau year to date (YTD), penerimaan negara dari sektor industri rokok dan tembakau tumbuh 46%.

Selain sektor industri rokok dan tembakau, sektor industri makanan pokok masih mengalami pertumbuhan jika dilihat dari penerimaan negaranya. Sektor batu bara juga tumbuh 36% year on year (yoy). "Makanan pokok tumbuh 13% (yoy)," ucapnya.

Lebih lanjut, Airlangga menyebut, industri farmasi juga masih mengalami pertumbuhan di tengah pandemi COVID-19. Hal itu sejalan dengan meningkatnya permintaan atas perlengkapan kesehatan dan juga obat-obatan dari masyarakat.

"Farmasi seperti kita ketahui kebutuhannya tinggi baik domestik maupun global 13%," imbuhnya.

Selain industri rokok dan tembakau, minyak nabati atau hewani juga disebut sebagai sektor industri yang masih mengalami pertumbuhan sebesar 25%. "Minyak nabati terutama CPO karena kita berhasil buat program b30. Maka ini adalah sektor-sektor yang dapat menghela Indonesia recovery lebih cepat," jelasnya.



Simak Video "Cetak APD 17 Juta Per Tahun, Airlangga: Indonesia Bisa Ekspor"
[Gambas:Video 20detik]
(fdl/fdl)