Pabrik Pengolahan Garam Rp 80 M Bakal Berdiri di Brebes

Imam Suripto - detikFinance
Kamis, 02 Jul 2020 22:15 WIB
Petani garam di Brebes
Foto: Imam Suripto/detikcom: Petani garam di Brebes
Brebes -

Garam adalah salah satu komoditi hasil produksi wilayah pesisir utara Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Untuk membantu para petani garam, rencananya akan dibangun pabrik pengolahan garam untuk menyerap produksi mereka.

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Brebes, Gatot Rudiono menjelaskan, potensi garam di pesisir Kabupaten Brebes cukup tinggi. Luas potensi lahan tambak garam di Kabupaten Brebes mencapai 1.456 hektare (ha). Sedangkan lahan yang produksi ada 605,79 Ha. Lahan tambak ini terhampar mulai dari barat yaitu Kecamatan Losari, Tanjung, Bulakamba, Wanasari dan Brebes.

"Luasan lahan yang berpotensi untuk memproduksi garam 1.456 ha tapi yang produksi baru 605,7 ha," ungkap Gatot Rudiono di kantornya, Kamis (2/7/2020) siang.

Dari luas produksi seluas 605,79 ha ini, sebanyak 164,54 ha yang sudah terintegrasi, sedangkan 441,25 ha belum terintegrasi. Jumlah petani garam di Kabupaten Brebes pun cukup banyak, yakni mencapai 658 orang.


Secara rinci, lahan garam di Kecamatan Losari memiliki luas 400 ha yang tersebar di Desa Limbangan 100 Ha, Desa Karangdempel 200 Ha, Desa Prapag Lor 20 Ha, Desa Prapag Kidul 80 Ha. Untuk Kecamatan Tanjung ada 200 ha, ada di Desa Pengaradan 100 ha dan Desa Krakahan 100 ha.

Selanjutnya Kecamatan Bulakamba ada 380 ha, berada di Desa Grinting 150 ha, Desa Pulogading 100 ha, Desa Bangsri 100 ha, dan Desa Cimohong 30 ha. Kecamatan Wanasari hanya berada di Desa Sawojajar dengan luasan 350 ha. Sedangkan di Kecamatan Brebes, lahan tambak ada di Desa Kaliwlingi seluas 126 ha.

Pabrik pengolahan garap senilai Rp 80 miliar akan dibangun di Brebes. Klik halaman selanjutnya.



Produksi garam, kata Gatot mencapai 56.000 ton per musim. Rata rata, satu hektar lahan tambak bisa memproduksi 81,83 ton. Menurut Gatot, dengan angka produksi ini, masuk katagori cukup tinggi dan bisa untuk memenuhi kebutuhan masuarakat.

"Dengan produktivitas mencapai 81,83 ton per hektare, potensi ini cukup tinggi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan kebutuhan industri,"jelasnya

Lebih lanjut dikemukakan, problem yang selama ini dihadapi para petani garam adalah rendahnya harga jual garam. Di Brebes, garam kualitas bagus dijual seharga Rp.350 sampai 500 per kg. Sementara untuk kualitas sedang harganya Rp.250 per kg.

Untuk mendongkrak nilai jual komoditas ini, Gatot mengungkapkan dalam waktu dekat akan dibangun pabrik pengolahan garam di Brebes. Pabrik ini akan mengolah garam petani menjadi garam konsumsi dan garam industri. Pembangunan pabrik ini akan menelan dana Rp 80 miliar dan diperkirakan mampu berproduksi 30 sampai 50 ton per hari.

"Rencana pembangunan pabrik pengolahan garam tertuang dalam Perpres 79 Tahun 2019 Tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi di beberapa kabupaten di Jawa Tengah. Rencana pembangunan pabrik pengolahan garam ini akan menelan investasi Rp 80 miliar," papar Gatot

(hns/hns)