Kawasan Industri Ini Disiapkan Buat Investor yang Cabut dari China

Anisa Indraini - detikFinance
Sabtu, 04 Jul 2020 08:10 WIB
Pameran Industri Tekstil kembali digelar di kawasan JIEXPO Kemayoran, Jakarta Pusat. Ratusan produsen dan distributor menawarkan keunggulan mesin-mesin produk penghasil tekstil.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto membeberkan rencana pemerintah untuk memulihkan ekonomi setelah hantaman virus Corona (COVID-19). Dia menyebut akan ada beberapa kawasan industri yang saling terhubung untuk menarik investor asing masuk ke Indonesia.

"Kita sebut sebagai superkoridor. Ini yang diharapkan menjadi pengungkit untuk perekonomian post-COVID. Jadi kita akan menghubungkan (kawasan industri)," kata Airlangga dalam webinar, Jumat (3/7/2020) malam.

Selain Kawasan Industri di Batang, Jawa Tengah yang sudah disiapkan lahannya seluas 4.000 hektare (Ha), ada lokasi lain yang bisa dijadikan pilihan bagi investor. Airlangga menyebutkan kawasan industri di Cilegon hingga Kendal juga bisa menjadi alternatif investor merelokasi pabriknya.

"Mulai dari kawasan industri dari Cilegon, Serang, kemudian Tangerang, kemudian ke Bekasi, Karawang, Purwakarta, kemudian Subang, Cirebon Palimanan, kemudian yang kemarin Bapak Presiden ke sana adalah Batang. Kemudian Kendal Semarang, Demak, kemudian Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik. Kalau seluruh koridor ini dihubungkan dan diselesaikan seperti Trans Sumatera, maka ini akan jadi pengungkit ekonomi Indonesia," ucapnya.

Setelah belajar dari negara lain, cara ini dinilai cocok untuk menghadapi perekonomian yang sedang depresi berat (great depression).

"Indonesia adalah menyelesaikan berbagai proyek di dalam negeri sambil untuk meningkatkan demand, sambil menunggu negara lain akan recovery," imbuhnya.



Simak Video "Jokowi Senang Ada 7 Investor Masuk ke Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)