Logistik Terpukul karena Corona, Industri Otomotif Kena Imbasnya

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Selasa, 07 Jul 2020 15:16 WIB
Truk logistik
Foto: Dok Istimewa
Jakarta -

Industri otomotif dan angkutan logistik menjadi salah satu sektor yang paling terpukul karena Virus Corona. Bisnis logistik mengalami penurunan yang sangat tajam, diperkirakan hingga 80%.

Ketua Umum Asosiasi Logistik Indonesia (ALI) Zaldy Ilham Masita mengatakan, meski sudah memasuki era new normal, kegiatan logistik belum akan pulih seperti sedia kala. Pasalnya bisnis logistik telah mengalami penurunan yang sangat tajam yakni hingga 80% selama masa pandemi.

"Sejak Januari sudah terasa, bahkan sejak Maret hampir tidak ada aktivitas. Tapi, sekarang mulai bergerak," kata Zaldy di Jakarta, Selasa (7/7/2020).

Dia menggambarkan, pelaku usaha kini masih banyak menyimpan stok lama karena tak ada pengiriman. Saat ini pelaku usaha sedang berupaya menghabiskan stok yang ada.

"Barang-barang yang ada di gudang banyak yang tidak bergerak. Kemungkinan kegiatan logistik baru mulai aktif lagi setelah 1-2 bulan penerapan new normal atau sekitar Agustus," sebutnya.

Sementara itu, pengamat ekonomi Universitas Indonesia (UI) Rizal E. Halim mengatakan pemerintah harus segera memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Di sisi lain, pelaku usaha harus diberikan stimulus atau insentif.

"Kalau sektor usaha tertolong, sektor logistik juga akan berjalan kembali," jelasnya.

Lesunya sektor logistik itu berpengaruh terhadap sektor otomotif khususnya di lini kendaraan yang terkait dengan logistik seperti elf, truk dan kendaraan pickup.

General Manager PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI), Attias Asril mengakui, industri otomotif termasuk salah satu yang mengalami penurunan penjualan saat pandemi COVID-19. Meski begitu, pasar kendaraan komersial masih cukup menjanjikan karena adanya pertumbuhan positif di sejumlah sektor bisnis pada saat pandemi. Contohnya sektor logistik dan kurir.

"Kami yakin penjualan kendaraan komersial akan membaik walaupun untuk menyamai tahun lalu cukup berat," paparnya.

Dikatakan, peningkatan tersebut terjadi karena ada sejumlah sektor yang tumbuh pada masa pandemi seperti logistik dan kurir. Hanya saja mereka membutuhkan kendaraan yang hemat biaya operasionalnya, yakni konsumsi BBM, layanan servis, dan suku cadang.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) year to date Mei 2019-Mei 2020, Isuzu Giga tercatat tumbuh 3,6%, namun volume penjualannya minus 45,4%. Untuk Isuzu Elf, market share-nya naik 1,5% namun penjualannya minus 29,8%. Sedangkan, Isuzu Traga membukukan market share 9,9%, tetapi penjualannya minus 9,6%. Padahal, total pasar kendaraan komersial pada periode yang sama melemah minus 37,5%. Di mana pada Mei 2019 tercatat penjualan sebanyak 97.484 unit dan pada Mei 2020 tercatat sebanyak 60.963 unit.



Simak Video "Kasus Aktif Covid-19 Indonesia di Bawah Rata-rata Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/zlf)