Penerapan BBM Ramah Lingkungan Genjot Industri Otomotif RI

Zulfi Suhendra - detikFinance
Selasa, 14 Jul 2020 13:20 WIB
Ekspor perdana Isuzu Traga baru saja diresmikan. Mobil ini dirakit di pabrik Isuzu Karawang Plant, Jawa Barat. Yuk lihat prosesnya.
Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Penerapan standar Euro 4 untuk kendaraan diesel ditunda hingga April 2022 karena COVID-19. Industri otomotif juga pelaku usaha yang menggunakan kendaraan diesel melakukan persiapan untuk menerapkan standar ini pada kendaraan mereka.

Dari segi industri, sektor manufaktur siap untuk menerapkan standar emisi Euro 4. Pada dasarnya, industri otomotif mendukung penuh penerapan standar Euro 4 di kendaraan demi penggunaan BBM yang ramah lingkungan.

Direktur Industri Maritim, Alat Transportasi, dan Alat Pertahanan Kementerian Perindustrian (Kemperin), Putu Juli Ardika baru-baru ini mengatakan, penerapan Euro 4 akan berdampak positif bagi industri otomotif. Dikatakannya, mayoritas negara lain sudah menggunakan standar Euro 4. Jadi, jika Indonesia memakai standar yang sama, maka pabrikan di Indonesia dapat mengekspor kendaraan secara efisien lewat satu jalur produksi.

"Sehingga, pabrikan otomotif Indonesia akan berdaya saing kuat di pasar global," katanya Selasa (14/7/2020).

Presiden Direktur PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) Ernando Demily mengatakan sebagai salah satu produsen mobil komersial, pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah soal penerapan standar emisi Euro 4. Apalagi, Isuzu sendiri sejak tahun 2011 sudah menggunakan teknologi common rail yang kompatibel dengan BBM solar Euro 4. Tahun lalu, papar Ernando, Isuzu juga telah menggunakan teknologi common rail untuk Isuzu Elf.


Namun dikatakannya, penerapan Euro 4 dan bio diesel 30 (B30) dalam waktu bersamaan merupakan tantangan tersendiri bagi produsen dalam memproduksi mobil yang kompatibel. Karena itu, sejak pemerintah memutuskan menerapkan Euro 4 dan B30 secara bersamaan, pihaknya langsung bekerja sama dengan prinsipal di Jepang untuk mempersiapkan produk yang mampu mengakomodasi Euro 4 dan B30.

"Untuk saat ini, kami sudah siap mengimplementasi keduanya secara bersamaan," tegas Ernando.

Ernando menjelaskan, menghadapi berbagai tantangan tersebut, dibutuhkan inovasi baru yang mampu menyeimbangkan antara bisnis dan kesehatan. Selain itu, sebagai produsen, pihaknya juga berusaha mengurangi beban biaya pengusaha logistik dan transporter. Salah satu dengan Isuzu link yang dapat membantu konsumen menggunakan mobil dengan lebih efektif dan efisien. Dikatakan, dengan Isuzu link konsumen dapat mengetahui posisi kendaraannya, cara mengemudi sopirnya sudah baik atau belum, kapan kendaraan harus diservis, dan sebagainya.

Penerapan standar emisi Euro 4 untuk kendaraan berbahan bakar solar di Indonesia sedianya dilaksanakan pada April 2021 namun karena adanya pandemi Covid 19 maka ditunda hingga April 2022. Hal ini tercantum dalam Surat Penundaan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia No S 786/MENLHK-PPKL/SET/PKL.3/5/2020 yang tertanggal 20 Mei 2020. Sedangkan, standar Euro 4 untuk kendaraan berbahan bakar bensin telah dilakukan pada 2018.

Selanjutnya
Halaman
1 2