Erick Thohir: Vaksin Corona RI Diproduksi Januari 2021

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 25 Jul 2020 14:15 WIB
Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI) Erick Thohir meminta cabang olahraga untuk fokus menghadapi Olimpiade 2020.
Foto: dok. KOI
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir mengungkapkan vaksin Corona baru bisa diproduksi pada Januari atau Februari tahun 2021. Hal itu menyusul adanya 2.400 dosis vaksin COVID-19 dari China sedang dilakukan uji klinis oleh PT Bio Farma.

"Yang bapak harus ketahui vaksin sudah akan diproduksi tapi itu baru Januari-Februari tahun depan, berarti masih 6-7 bulan lagi kita harus menghadapi covid ini yang tidak di hanya di Indonesia, tapi seluruh negara di dunia," kata Erick saat meresmikan aplikasi Ferizy melalui video conference, Sabtu (25/7/2020).

Sambil menunggu vaksin diproduksi, Erick menghimbau kepada seluruh masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin, mulai menggunakan masker, mencuci tangan, hingga jaga jarak (physical distancing).

"Tidak ada lagi istilahnya harus diancam pakai masker, didenda baru pakai, tapi protokol ini pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, harus menjadi prioritas utama kita kalau mau kembali merasa aman," jelasnya.

Menurut dia, masih ada waktu sekitar enam sampai tujuh bulan bagi masyarakat untuk ikut andi memutus rantai penyebaran COVID-19 dengan melaksanakan protokol kesehatan hingga vaksin benar-benar diproduksi.

"Ini bisa berhasil kalau masyarakatnya bersatu, tentu saya harapkan bisa didukung semua yang hadir, dan insha Allah kita semua pemerintah pusat, pemerintah daerah, masyarakat bersatu menghadapi COVID-19," ungkapnya.

Sebelumnya, uji klinis tahap III vaksin COVID-19 akan dilakukan pada Agustus 2020 mendatang. Bio Farma sendiri telah menerima vaksin dari Sinovac, China sebanyak 2.400 vaksin.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir mengatakan, uji klinis vaksin COVID-19, dijadwalkan akan berjalan selama enam bulan sehingga ditargetkan akan selesai pada bulan Januari 2021 mendatang. Jika lancar, maka Bio Farma akan memproduksi pada kuartal I 2020.

"Apabila uji klinis vaksin COVID-19 tahap 3 lancar, maka Bio Farma akan memproduksinya pada Q1 2021 mendatang, dan kami sudah menyiapkan fasilitas produksinya di Bio Farma, dengan kapasitas produksi maksimal di 250 juta dosis," ujar Honesti.

Honesti menambahkan, alasan pemilihan Sinovac sebagai mitra adalah platform vaksin/metode pembuatan vaksin yang digunakan oleh Sinovac sama dengan kompetensi yang dimiliki oleh Bio Farma saat ini. Dengan metode inaktivasi tersebut, Bio Farma sudah memiliki pengalaman dalam pembuatan vaksin seperti vaksin Pertusis.



Simak Video "Erick Thohir Yakin 500 Juta Vaksin Corona Diproduksi Tahun Depan"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/eds)