Jurus Anak Usaha BUMN Genjot Daya Saing Lewat Digitalisasi

Hendra Kusuma - detikFinance
Senin, 03 Agu 2020 17:45 WIB
Pupuk Kaltim
Foto: dok Pupuk Kaltim
Jakarta -

Sejumlah inovasi dilakukan anak usaha PT Pupuk Indonesia (Persero), PT Pupuk Kaltim untuk meningkatkan daya saing perusahaan. Direktur Utama PT Pupuk Kaltim, Bakir Pasaman memaparkan sejumlah capaian perusahaan.

Pada 2019, Pupuk Kaltim meraih KPI kategori Baik dengan tingkat Kesehatan Perusahaan kategori Sehat AA. Pupuk Kaltim juga mencapai kinerja unggul sesuai kriteria Baldrige Excellence Framework (BEF) dengan skor 692, sesuai kinerja pada level Industry Leader.

"Capaian ini untuk mengetahui posisi kinerja Perusahaan melalui penilaian yang dilakukan secara fair, sekaligus memotivasi karyawan untuk menghasilkan sesuatu yang lebih baik," kata Bakir, Senin (3/8/2020).

Kinerja produksi dan penjualan pada 2019 juga berjalan dengan baik ditunjukkan dengan produksi Urea mencapai 104% dari target dan produksi amoniak mencapai 102% dari target. Begitu juga dengan kinerja penjualan yang mencapai 100% untuk penjualan Urea. Pupuk Kaltim juga menghasilkan produk yang berkualitas tinggi, sesuai standar yang ditetapkan.

"Perusahaan berkomitmen tinggi dalam menerapkan SNI secara konsisten dan berkelanjutan, terbukti dengan produk-produk Perusahaan yang telah diakui kualitas dan mutunya," ucap Bakir.

Pada 2019, Pupuk Kaltim juga meraih Appreciation for Maintaining Grand Platinum (tertinggi) dalam ajang SNI Awards 2019, yang digelar oleh Badan Standardisasi Nasional (BSN) di Jakarta pada 20 November 2019.

"Penghargaan ini menjadi kebanggaan karena pada 2016 Pupuk Kaltim menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih predikat Platinum," terang Bakir.

Lalu pada 2018, Pupuk Kaltim juga menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih Grand Platinum dalam ajang SNI tersebut, setelah berhasil mempertahankan peringkat Platinum tiga tahun berturut (2016-2018).

Penghargaan ini diberikan sebagai apresiasi atas komitmen yang tinggi dalam menerapkan SNI secara konsisten dan berkelanjutan, berkinerja baik, mampu menginternalisasi aspek sosial ekonomi dan lingkungan dalam organisasi, serta mampu mengembangkan inovasi yang signifikan untuk pengembangan bisnis berkelanjutan.

Tidak hanya skala nasional, dalam kancah industri pupuk dunia, Pupuk Kaltim meraih Gold Medal dalam ajang International Fertilizer Association (IFA) Industry Stewardship Champions di Versailles, Prancis pada 20 November 2019.

Penghargaan ini juga menjadi kebanggaan sebab pada 2016, Pupuk Kaltim menjadi perusahaan pertama di Indonesia yang meraih sertifikat IFA Protect and Sustain.

"Pupuk Kaltim telah diakui dunia internasional, produk-produk Perusahaan bukan hanya memiliki kualitas tinggi, tapi juga aman dan baik bagi konsumen serta ramah lingkungan. Melalui penghargaan ini, Pupuk Kaltim mensejajarkan posisi dengan perusahaan kelas dunia," ungkap Bakir.

Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Giliran Direksi Bulog Dirombak Erick Thohir, Ini Susunannya"
[Gambas:Video 20detik]