Jepang Mau Honda dan Nissan Bergabung

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Selasa, 18 Agu 2020 16:19 WIB
Logo Mobil Honda
Honda/Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Pemerintah Jepang saat ini sedang mendiskusikan opsi untuk menyatukan dua raksasa otomotifnya Honda dan Nissan. Kedua perusahaan ini diminta merger karena kekhawatiran pemerintah atas masa depan sektor otomotif.

Dikutip dari Financial Times, Selasa (18/8/2020), ide ini dicetuskan oleh para penasihat Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Para penasihat itu disebut khawatir dengan aliansi Nissan bersama Renault yang makin memburuk. Pemerintah Jepang takut, aliansi yang memburuk malah menarik Nissan dalam kesulitan.

Tetapi proyek ambisius menggabungkan dua raksasa itu gagal, bahkan sebelum dimulai. Baik Nissan dan Honda menolak ide tersebut. Rencana yang sudah dibuat sejak akhir 2019 ini juga sebetulnya terkubur dalam kekacauan yang disebabkan oleh COVID-19.

Honda menolak gagasan itu dengan alasan struktur modal Nissan yang kompleks dengan Renault membuat merger menjadi sulit.

Perbandingan logo NissanFoto: ist.

Sementara itu, Nissan yang sama-sama menentang gagasan itu menilai mereka lebih tertarik untuk mengembalikan aliansinya dengan Renault kembali pada jalur yang benar.

"Merger Nissan-Honda hanya akan masuk akal bagi orang yang tidak memahami industri mobil," kata seorang mantan eksekutif Nissan.

Selain karena kedua perusahaan menolak mentah-mentah, hambatan juga muncul secara teknis. Desain teknik Honda yang unik untuk produknya akan membuatnya sangat sulit untuk menggunakan suku cadang dan platform yang sama dengan Nissan.

Model bisnis dua raksasa otomotif ini pada dasarnya juga berbeda. Honda mendapat lebih banyak keuntungan dari sepeda motor daripada mobil. Berbeda dengan Nissan yang fokus pada industri mobil.

Dalam hal teknologi, kedua perusahaan juga telah melakukan strategi terpisah. Nissan sebagai pelopor teknologi kendaraan listrik, sementara Honda, secara tradisional berinvestasi besar-besaran dalam mobil bertenaga hidrogen.

Di bidang kendaraan otomatis swakemudi, Renault dan Nissan telah bermitra dengan Waymo untuk mengembangkan layanan transportasi otomatis di Paris dan Jepang. Sementara itu, Honda telah berinvestasi di Cruise, unit General Motors untuk kendaraan otomatis.



Simak Video "Jepang Kebanjiran, Rumah hingga Mobil Terendam"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)