Sssttt...Ini Bocoran Proses Pembuatan Vaksin Corona RI

Soraya Novika - detikFinance
Sabtu, 22 Agu 2020 13:31 WIB
Penampakan vaksin Corona Sinovac
Foto: Yudha Maulana: Penampakan vaksin Corona
Jakarta -

Kementerian BUMN buka suara soal kerja sama pengembangan vaksin Corona antara Sinovac Biotech China dengan PT Bio Farma (Persero). Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga meyakinkan vaksin yang didatangkan dari China berupa bahan baku saja, kemudian akan diracik oleh Bio Farma.

"Jadi bio farma itu mendapatkan bahan baku dari Sinovac, bahan baku ini akan diformulasikan di Bio Farma kemudian di-filling di Bio Farma dan di-packaging di Bio Farma," ujar Arya kepada detikcom, Sabtu (22/8/2020).

Arya menjelaskan, Sinovac mengirim dalam bentuk bulk vaksin. Setelah bulk vaksin diterima, Bio Farma akan memformulasikan kembali bahan baku tersebut hingga benar-benar siap untuk disuntikkan ke masyarakat Indonesia.

"Formulasinya itu bio farma dapat dalam bentuk bulk, bahan bakunya bentuknya bulk, kemudian diformulasikan. Nah, formulasi itu seperti ini loh, seperti orang kalau bikin rendang padang. Kalau rendang padang itu kan bahan bakunya daging nih. Nah di situ dipotong-potong kecil, kemudian dikasih bumbu, dikasih santan, dikasih kelapa, dikasih kunyit, dikasih cabe, dikasih garam, baru tuh dimasuk kuali, dipanasin sampai kering, jadilah rendang. Jadi bahan bakunya doang yang dari Sinovac. Untuk membuat rendangnya itu ya Bio Farma," papar Arya.

Setelah selesai diformulasikan kembali, baru di-filling ke dalam ampul. Lalu di-packaging atau dikemas, terakhir barulah diedarkan ke masyarakat.

"Kemudian difilling, filling ini bentuknya seperti vaksin dalam ampule, udah masuk dalam ini ya. Kayak rendang dimasukin dalam piring kecil apa semua. Kemudian packaging, nah dipackaging baru diedarkan. Gitu," terang Arya.

Untuk diketahui, baru-baru ini Sinovac dan Indonesia membuat kesepakan soal vaksin Corona. Kesepakatan itu disaksikan oleh Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Menteri BUMN Erick Thohir beberapa hari lalu.

Retno mengungkapkan kesepakatan ini merupakan preliminary agreement (perjanjian awal) di mana Sinovac akan menyediakan 40 juta dosis vaksin COVID-19 buatannya bila berhasil pada November hingga Maret 2021.

Bio Farma memang bekerja sama dengan Sinovac untuk untuk melakukan uji klinis fase tiga kandidat vaksin COVID-19. Uji klinis ini dilaksana di laboratorium Bio Farma di Bandung dan melibatkan sekitar 1.620 relawan. Hasil uji klinis ini diperkirakan akan diketahui pada awal 2021 mendatang.



Simak Video "Disetujui BPOM, Ini Fakta-fakta Vaksin Covovax"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)