Jati Diri Perusahaan Arab yang Mau Pasok Vaksin ke RI

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 24 Agu 2020 17:30 WIB
In this handout photo taken on Thursday, Aug. 6, 2020, and provided by Russian Direct Investment Fund, a new vaccine is on display at the Nikolai Gamaleya National Center of Epidemiology and Microbiology in Moscow, Russia. Russia on Tuesday, Aug. 11 became the first country to approve a coronavirus vaccine for use in tens of thousands of its citizens despite international skepticism about injections that have not completed clinical trials and were studied in only dozens of people for less than two months. (Alexander Zemlianichenko Jr/ Russian Direct Investment Fund via AP)
Ilustrasi vaksin Corona/Foto: AP/Alexander Zemlianichenko Jr
Jakarta -

Pemerintah Indonesia terus mencari tambahan vaksin Corona untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri. Selain dari China, Indonesia juga bakal mendapat pasokan vaksin dari Uni Emirat Arab (UEA).

Negara ini bakal memasok 10 juta dosis vaksin Corona melalui perusahaan di bidang teknologi kesehatan G42 Healthcare AI Holding Rsc Ltd.

Bagaimana latar belakang perusahaan tersebut?

Melansir laman resminya, Senin (24/8/2020), G42 adalah perusahaan teknologi kesehatan berbasis artificial intelligence (AI) dan cloud computing terkemuka asal Abu Dhabi. Tidak hanya di sektor kesehatan saja, hasil penelitian dan pengembangan teknologi juga diterapkan pada berbagai sektor mulai dari pemerintahan, keuangan, penerbangan dan perhotelan, hingga minyak dan gas.

G42 bisa terlibat dalam pengembangan vaksin Corona lewat kerja sama dengan Sinopharm CNBG (China National Biotech Group). Sinopharm memilih UEA karena ada sekitar 200 kebangsaan yang berbeda yang tinggal di sana. Sehingga memudahkan Sinopharm menguji efektivitas uji klinis vaksin tersebut.

Sementara, G42 Healthcare dalam pengembangan vaksin ini berperan sebagai pihak yang menyediakan laboratorium dan teknologi untuk penelitian terhadap vaksin baru tersebut, memetakan dan memprediksi tren wabah, mutasi virus, dan membantu memerangi penyakit.

Dikutip dari South China Morning Post, G42 dan Sinopharm CNBG sudah memulai uji klinis tahap akhir pada manusia sejak 23 Juni 2020 lalu di UEA. Uji coba tersebut dilakukan bekerja sama dengan pemerintah Abu Dhabi dan melibatkan 15.000 peserta.

Jenis vaksin yang dikembangkan adalah inactivated vaccine atau vaksin Corona yang sudah dilemahkan. Kandidat vaksin ini diklaim menjadi yang pertama di dunia yang menunjukkan imunogenisitas dan keamanan yang sangat bagus.

Ketua China National Pharmaceutical Group (Sinopharm), Liu Jingzhen, mengatakan kandidat vaksin ini telah melewati uji klinis fase I dan fase II pada 12 April 2020 lalu. Berdasarkan dua fase uji klinis yang dilakukan, vaksin ini tidak menunjukkan adanya dampak yang buruk pada manusia.

Bahkan Liu telah menerima suntikan vaksin tersebut saat uji coba pada 30 Maret 2020. Ia mengungkapkan bahwa vaksin itu belum menunjukkan adanya efek samping.



Simak Video "Jokowi: Sekitar 180 Juta Penduduk RI Akan Disuntik Vaksin"
[Gambas:Video 20detik]
(acd/hns)