Vaksin Corona Sinovac Produksi RI Baru Bisa untuk Warga 18 Tahun ke Atas

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 27 Agu 2020 14:33 WIB
Upaya untuk memproduksi vaksin virus Corona terus dilakukan. Gedung 43 pun rencananya akan dijadikan tempat produksi vaksin COVID-19 di Bandung.
Foto: Yudha Maulana
Jakarta -

Menteri BUMN sekaligus Ketua Pelaksana Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) Erick Thohir membeberkan ada 30 juta dosis vaksin COVID-19 yang siap disuntikkan ke masyarakat pada akhir tahun ini. Namun, tidak semua kelompok masyarakat bisa mendapatkan vaksin ini.

Kata Erick, vaksin ini baru bisa disuntikkan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas saja.

"Alhamdulillah dari konfirmasi terakhir yang kita sampaikan, tadinya vaksin ini berlaku untuk usia pada 18 sampai 59 tetapi dari konfirmasi terakhir usia di atas 59 sudah bisa menerima vaksin ini," kata Erick dalam rapat kerja dengan Menteri Kesehatam dan Komisi IX DPR di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (27/8/2020).

Meski begitu, saat ini terus dikembangkan vaksin yang bisa disuntikkan juga buat usia 18 tahun ke bawah.

"Sekarang terus dikembangkan untuk vaksin kepada yang lebih muda 18 tahun ke bawah termasuk anak-anak ini masih ada prosesnya," sambungnya.

Namun, belum jelas kapan pengembangan vaksin COVID-19 untuk usia 18 tahun ke bawah selesai diproduksi.

Untuk diketahui, total 30 juta dosis vaksin yang bakal masuk ke RI akhir tahun ini berasal dari Sinovac Biotech asal China dan vaksin G42 asal Uni Emirat Arab (UEA). Masing-masing berkomitmen mengirimkan 20 juta dosis vaksin dari Sinovac dan 10 juta dosis vaksin dari G42. Jenis vaksin yang dikirim adalah vaksin yang sudah dinon-aktifkan.

Rencananya, tahun depan jumlah tersebut akan ditingkatkan secara masif. Erick memasang target mau menyuntikkan hingga 340 juta dosis vaksin yang sebagiannya berasal dari vaksin Merah Putih.



Simak Video "Erick Thohir Beberkan Biang Kerok Tagihan Listrik Membengkak"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)