Erick Thohir Sebut BUMN Mau Bangun Pabrik Paracetamol di RI

Hendra Kusuma - detikFinance
Rabu, 16 Sep 2020 12:26 WIB
Menteri BUMN bersama Menhub dan Gubernur DKI Jakarta resmikan stasiun terpadu Tanah Abang. Keberadaan stasiun ini diharapkan dapat memudahkan mobilisasi warga.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Menteri BUMN Erick Thohir mengaku sedang menyusun rencana pembangunan pabrik obat paracetamol di Indonesia. Pembangunan pabrik itu menjadi rencana besar BUMN sektor kesehatan guna menekan impor obat yang selama ini dilakukan.

Dari total BUMN, Erick mengatakan sudah membaginya ke dalam 12 klaster berdasarkan rantai pasok yang satu kesatuan di masing-masing perusahaan pelat merah.

"Seperti yang sudah disampaikan Bapak Presiden, bagaimana kita akan konsolidasi cluster pariwisata dan pendukung nanti Pak Wamen bisa jelaskan lebih detil," katanya Erick Thohir dalam acara HSBC Economic Forum, Rabu (16/9/2020).

Pada klaster pariwisata, Erick mengatakan akan mengkonsolidasikan bandara, hotel, ritel, penerbangan, dan kawasan wisata menjadi satu atap.
Begitu juga dengan sektor kesehatan, menurut Erick dirinya akan menggabungkan BUMN farmasi dan menyusun ulang fokus dari masing-masing perusahaan pelat merah tersebut.

"Di mana Kimia Farma fokus ke kimia, dan menekan kebutuhan impor obat-obatan, kita bangun pabrik paracetamol yang selama ini impor," jelasnya.

"Indofarma fokus ke herbal dan sinergikan dengan grup rumah sakit yang jumlahnya 70," tambahnya.

Menurut Erick, pengelompokan BUMN berdasarkan klaster ini sebagai upaya membangun ekosistem bisnis yang lebih baik dan melibatkan pihak swasta.

"Supply chain dilakukan tapi kita nggak mau jadi menara gading, tetap kita bangun ekosistem yang baik dengan swasta," ungkapnya.

(hek/fdl)