Sad... Harley-Davidson Tutup Pabrik di India

Vadhia Lidyana - detikFinance
Minggu, 27 Sep 2020 13:54 WIB
Harley-Davidson Fat Boy Edisi 30 tahun
Foto: Pool (MCN)
Jakarta -

Harley-Davidson akan mundur dari India, dengan keputusan menutup pabriknya yang terletak di Kota Bawal, India bagian utara. Perusahaan mengumumkan, penutupan ini akan mengurangi angka penjualan motornya yang sangat signifikan di India.

Dilansir dari CNN, Minggu (27/9/2020), dealer Harley-Davidson akan tetap melayani pelanggan hingga akhir kontraknya. Namun, perusahaan masih akan terus mencari cara untuk tetap bisa menjual sepeda motor ikoniknya itu di India.

Berita mundurnya perusahaan akan menjadi pukulan bagi harapan Perdana Menteri Narendra Modi untuk menarik lebih banyak investasi asing dan memperluas basis manufaktur India. Ford (F) dan General Motors (GM) juga mengurangi operasi di India dalam beberapa tahun terakhir.

Penarikan tersebut merupakan bagian dari perombakan yang diluncurkan Harley-Davidson pada bulan Juli, yang akan membuatnya merampingkan model dan memfokuskan energinya di Amerika Utara, Eropa, dan sebagian Asia Pasifik.

"Perbaikan secara keseluruhan ini diperlukan untuk membuat Harley-Davidson menjadi perusahaan berkinerja tinggi," kata CEO Harley-Davidson Jochen Zeitz dalam sebuah pernyataan. Perusahaan itu sedang berjuang melawan penurunan penjualan bahkan sebelum pandemi virus Corona (COVID-19) melanda, yang semakin mengurangi permintaan barang-barang mewah.

India sendiri merupakan pasar sepeda motor dan skuter terbesar di dunia. Menurut Society of Indian Automobile Manufacturers, tahun lalu penjualan motor mencapai 17 juta unit.

Kendaraan roda dua memang menjadi alat transportasi paling populer di India. Meski begitu, pasar untuk mobil juga tumbuh sangat cepat di negara tersebut.

Selama menjajakan produknya di India sejak tahun 2010, Harley-Davidson berjuang menghadapi gulat bisnis karena tingginya bea masuk dan pajak penjualan yang ditetapkan pemerintah India.

Pada tahun 2010 atau pertama kali masuk ke India, 33 dealer-nya hanya bisa menjual 25.000 unit sepeda motor Harley-Davidson karena dua aspek tersebut. Hal ini pun menjadi salah satu bahan kritikan yang sering dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.



Simak Video "Anggota Geng Harley Keroyok TNI di Bukittinggi"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)