Produsen Baja dan Besi Terbesar di AS Bakal Merger

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 28 Sep 2020 09:45 WIB
PT Krakatau Steel (persero) Tbk kembali membangun pabrik pipa baja untuk anak perusahaannya, PT Krakatau Hoogoven Indonesia di Cilegon. Total Investasinya mencapai Rp 335,6 miliar dengan target´┐Ż kapasitas produksi 150.000 ton per-tahun. Yuk, kita lihat proses produksi pipa baja di pabrik tersebut.
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

ArcelorMittal SA MT.LU, pembuat baja terbesar di dunia, sedang menjajaki kesepakatan untuk menggabungkan operasinya di AS dengan Cleveland-Cliffs Inc CLF.N, produsen pelet bijih besi terbesar di AS.

Demikian dilansir dari Reuters, Senin (28/9/2020) yang menuliskan informasi berdasarkan sumber orang-orang yang mengetahui rencana tersebut.

Kolaborasi tersebut akan menandakan dorongan baru di antara pembuat baja untuk mengkonsolidasikan dan mendiversifikasi bisnis mereka. Sehingga mereka tidak terlalu rentan terhadap perubahan permintaan. Itu akan terjadi setelah Cleveland-Cliffs mengakuisisi AK Steel, pembuat baja karbon AS senilai US$ 3 miliar termasuk utang-utangnya pada Maret lalu.

Kesepakatan terbaru dapat mengakibatkan penggabungan aset dari ArcelorMittal yang berbasis di Luksemburg yang bernilai antara US$ 2 miliar, dengan aset senilai US$ 3 miliar milik Cleveland-Cliffs, kata salah satu sumber.

Ini akan menjadi transformatif bagi Cleveland-Cliffs, yang memiliki nilai pasar US$ 2,3 miliar dan memiliki total hutang jangka panjang pada akhir Juni sebesar US$ 4,5 miliar.

Tidak ada kepastian negosiasi akan mengarah pada kesepakatan, kata sumber tersebut. Namun, jika pembicaraan terbukti berhasil, kesepakatan dapat diumumkan dalam beberapa hari mendatang.

Sumber meminta anonimitas karena masalah tersebut bersifat rahasia. ArcelorMittal dan Cleveland-Cliffs tidak segera menanggapi permintaan komentar atas informasi tersebut.

Bisnis ArcelorMittal di AS memiliki lebih dari 18.000 karyawan dan 25 fasilitas, termasuk tambang, fasilitas pembuatan baja, dan operasi penyelesaian, menurut situs web perusahaan. Sementara di sisi lain, Cleveland-Cliffs yang berkantor pusat di Cleveland mempekerjakan sekitar 11.000 orang di seluruh operasi pertambangan dan manufaktur baja di Amerika Serikat dan Kanada.

ArcelorMittal mengatakan tahun lalu pihaknya bertujuan untuk melepas aset senilai US$ 2 miliar pada pertengahan 2021 untuk mengurangi utangnya. Pada bulan Desember, mereka setuju untuk menjual 50% saham dalam bisnis pengapalannya, dan juga telah menjual sahamnya di perusahaan pembuat baja Brazil, Gerdau.

Setelah mengakuisisi AK Steel, yang memperoleh 66% pendapatannya pada tahun 2019 dari pasar otomotif, Cleveland-Cliffs mengalami penurunan permintaan dari klien manufaktur mobilnya, yang terpaksa menghentikan sementara produksi awal tahun ini karena pandemi COVID-19.



Simak Video "'Work From Bali' Tuai Kecaman Para Ekonom, Ini Kata Sandiaga"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)