DPR Panggil Bos BUMN Farmasi Bahas Obat COVID-19

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 05 Okt 2020 12:05 WIB
Pembangunan gedung baru untuk DPR RI menuai kritikan berbagai pihak walaupun Ketua DPR Setya Novanto menyebut Presiden Jokowi telah setuju pembangunan tersebut. Tetapi Presiden Jokowi belum teken Perpres tentang pembangunan Gedung DPR. Lamhot Aritonang/detikcom.
Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta -

Komisi VI DPR menggelar rapat gelar pendapat dengan holding farmasi BUMN pagi ini. Rapat membahas kondisi aktual perusahaan dalam penanganan COVID-19 dan Program Pemulihan Ekonomi Nasional, serta membahas profit dan operasional perusahaan, termasuk soal harga obat COVID-19.

Hadir dalam rapat ini Direktur Utama PT Bio Farma (Persero) Honesti Basyir, Direktur Utama PT Kimia Farma Tbk Verdi Budidarmo, Direktur Utama PT Indofarma Arief Pramuhanto.

Rapat ini dibuka dan dipimpin Wakil Ketua Komisi VI Mohamad Hekal. Dia mengatakan, rapat ini dihadiri 29 anggota sehingga telah memenuhi kuorum.

"Menurut laporan dari sekretariat Komisi VI DPR rapat dengar pendapat telah dihadiri dan ditandatangani 29 anggota, ada satu yang izin, mewakili 8 fraksi dengan demikian kuorum terpenuhi," katanya mengawali rapat, di Komisi VI DPR, Senin (5/10/2020).

Hekal kemudian memutuskan agar rapat tersebut untuk umum.

"Rapat saya nyatakan terbuka untuk umum," katanya.

Hekal mengatakan, ada dua agenda dalam rapat ini. Pertama, rapat membahas kondisi aktual perusahaan.

"Kedua pembahasan profit perusahaan capex dan operasional perusahaan, opex," ujarnya.

(acd/zlf)