Jokowi Izinkan Industri Impor Garam dan Gula Langsung

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 05 Okt 2020 14:30 WIB
Presiden Jokowi menjadi inspektur upacara di HUT ke-75 TNI. Upacara digelar secara virtual dari Istana Negara, Jakarta.
Foto: Kris - Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Untuk mengantisipasi rembesan produk impor gula dan garam ke pasar, pemerintah akan memberikan langsung izin impor kepada industri yang membutuhkan bahan baku garam dan gula. Sehingga diharapkan tidak ada lagi pihak perantara yang melakukan impor gula dan garam untuk industri.

Selama ini izin impor sebagian besar belum diberikan kepada pelaku industri yang membutuhkan langsung bahan baku garam dan gula. Izin impor diberikan ke sejumlah industi besar seperti industri makanan dan minuman, ada juga perusahaan pengolahan garam yang belum tentu membutuhkan langsung bahan baku garam dan gula. Sebagian dari mereka pun ada yang hanya importir yang tak memiliki pabrik atau industri yang terkait. Hal itu menyebabkan garam dan gula yang diimpor merembes ke pasar.

Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, hal itu sudah menjadi keputusan dalam rapat terbatas hari ini dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) beserta jajaran menteri lainnya.

"Tadi keputusan penting yang mendasar dari Presiden, Presiden setuju bahwa kita industri-industri yang untuk makanan, dan yang butuh garam industri itu mereka mengimpor langsung dengan rekomendasi dari Kemenperin," ucapnya saat konferensi pers virtual, Senin (5/10/2020).

Untuk industri makanan dan lainnya yang membutuhkan garam dan gula diharuskan mengajukan permohonan rekomendasi impor dari Kementerian Perindustrian. Impor yang dilakukan langsung juga nantikan dipantau agar sesuai dengan kebutuhannya.

Sementara selama ini untuk izin impor garam dan gula diberikan oleh Kementerian Perdagangan. Sedangkan Kementerian Perindustrian berlaku sebagai pemberi rekomendasi impor.

Luhut menambahkan garam dan gula yang diimpor oleh pelaku industri akan diawasi ketat penggunaannya. Mereka dilarang keras memasok gula dan garam impor ke pasar. Jika kedapatan melakukan hal itu izinnya akan langsung dicabut.

"Jadi misal industri kaca dia butuh garam, nah dia impor, kalau dia melanggar, atau dia membocorkan itu ke market, sehingga buat garam rakyat turun, ya izinnya dicabut," tegas Luhut.

Dia menambahkan, Kementerian Perindustrian akan melakukan pendataan kebutuhan industri terkait garam dan gula. Kemudian data itu akan dipublikasikan, tujuannya agar masyarakat bisa ikut memantau.

"Jadi ini bukan hanya garam loh, ini gula juga. Jadi gula pun nanti industri yang impor. Jadi tidak ada lagi importir-importir gula. Industri makanan yang impor. Jadi lebih sederhana. Kalau dia melanggar, menjual ke pasar, itu akan kena sanksi. Sehingga nanti tidak akan ada harga gula yang gila-gilaan," ucapnya.

Sementara Menteri Perindustrian Agus Gumiwang menambahkan, pihaknya mengaku sudah memiliki mekanisme yang ketat untuk verifikasi, khususnya jumlah kebutuhan garam dan gula untuk industri.

"Kami gunakan atau kerja sama dengan pihak ketiga yakni Sucofindo. Sehingga hasil dari verifikasinya objektif," tuturnya.

Agus juga berjanji akan mengawasi ketat pelaku industri yang melakukan impor garam dan gula. Diharapkan tidak akan ada lagi impor garam dan gula yang rembes ke pasar.

"Kami akan berikan sanksi tegas kepada industri yang kami beri izin impor untuk bahan baku industri kemudian mereka salah gunakan untuk merembes ke pasar. Itu akan kami beri sanksi yang tegas," tutupnya.



Simak Video "Jokowi Ungkap Alasan Kenapa Indonesia Masih Suka Impor Garam"
[Gambas:Video 20detik]
(das/zlf)