Perusahaan Ethanol di AS Banting Setir Garap Hand Sanitizer

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2020 22:48 WIB
Hand Sanitizer
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Pandemi Corona memukul perusahaan Amerika Serikat (AS) Red River Biorefinery di Grand Forks, North Dakota. Pandemi Corona membuat perusahaan yang memproduksi etanol terpukul karena menurunnya permintaan bahan bakar.

Meski begitu, perusahaan rupanya kini mengalihkan fokus produksi dari bahan bakar etanol menjadi alkohol bermutu tinggi untuk membuat hand sanitizer. Permintaan hand sanitzer sendiri melonjak ketika orang AS ingin melindungi diri dari Corona.

Red River dan beberapa perusahaan lain kini memandang pasar hand sanitizer lebih dari sekadar 'obat penenang sementara' dari permintaan bahan bakar yang lemah. Mereka investasi secara permanen pada produksi alkohol bermutu tinggi yang memenuhi standar untuk memproduksi pembersih.

Dalam beberapa bulan terakhir Pacific Ethanol, Green Plains dan Highwater Ethanol menyatakan mereka akan meningkatkan kapasitas untuk alkohol bermutu tinggi.

"Maksud kami saat pertama kali diluncurkan adalah murni berada di pasar bahan bakar," kata Presiden Red River Keshav Rajpal seperti dikutip dari Reuters, Kamis (8/10/2020)

"Ada perubahan besar dalam penawaran dan permintaan secara instan. Ketika itu terjadi, dalam kasus kami, margin dibandingkan dengan bahan bakar etanol jauh lebih tinggi di ruang ini," sambungnya.

Secara global, pasar hand sanitizer bernilai US$ 2,7 miliar pada 2019, dengan Amerika Utara menyumbang sepertiga dari pangsa pendapatan pasar menurut Grand View Research.

Banyaknya minat menunjukkan keuntungan pada hand sanitizer lebih banyak daripada bahan bakar transportasi. Permintaan bahan bakar etanol berbasis jagung cenderung mengikuti jejak konsumsi bensin. Sebab undang-undang AS mengharuskannya untuk dicampur ke dalam bahan bakar.

(acd/hns)