Nakes hingga Anggota BPJS Kesehatan Bakal Dapat Vaksin Corona Gratis

Vadhia Lidyana - detikFinance
Senin, 12 Okt 2020 08:46 WIB
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu?
Foto: Getty Images/Kevin Frayer
Jakarta -

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, dan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir baru saja melakukan pertemuan bilateral ke China. Rombongan melakukan finalisasi pembelian vaksin virus Corona (COVID-19) pada Sabtu, (10/10) lalu. Hasilnya, sebanyak 6,6 juta vaksin Corona akan mulai didistribusikan ke Indonesia bulan depan.

Vaksin itu didistribusi oleh 3 perusahaan yakni Sinovac, G42/Sinopharm, dan CanSino Biologics.

Terawan mengatakan, vaksin ini akan diprioritaskan untuk tenaga kesehatan (Nakes) dan aparat keamanan yakni TNI/Polri yang berada di garis terdepan dalam penanganan COVID-19, dan beberapa prioritas lainnya. Vaksinasi itu akan ditanggung oleh pemerintah alias gratis.

"Pada tahap awal, kami akan memberikan prioritas vaksin kepada mereka yang di garda terdepan yaitu medis dan paramedis, pelayanan publik, TNI/Polri, dan seluruh tenaga pendidik," kata Terawan dikutip dari keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Senin (12/10/2020).

Selain itu, vaksin Corona gratis juga akan diberikan kepada Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

"Mereka yang di garda terdepan dan peserta Penerima Bantuan Iuran alias PBI dalam BPJS Kesehatan akan ditanggung biaya vaksinnya oleh pemerintah," tegas Terawan.

Selain itu, ia meminta Bio Farma untuk melakukan sosialisasi kepada publik mengenai biaya pembelian vaksin dari semua mitra kerjasamanya dalam waktu dekat. Hal itu disebut sebagai langkah transparansi dan akuntabilitas dalam distribusi vaksin Corona.

Adapun rincian distribusi vaksin Corona, Sinovac akan mengirim 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November, 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk. Lalu, G42/Sinopharm akan mengirim 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, yang 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020. Kemudian, CanSino akan mengirim 100.000 dosis vaksin (single dose) pada bulan November 2020, dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.


Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.



Simak Video "Masih Dibahas, Harga Vaksin Corona di Indonesia Belum Ditetapkan"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)