3 Fakta Program Vaksinasi yang Dimulai November 2020

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Senin, 12 Okt 2020 18:00 WIB
Produsen Kaca Schott AG, Mata Rantai Penting dalam Produksi Vaksin Corona
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

Program vaksinasi Corona progresnya akan tampak pada November 2020 mendatang. Sejalan dengan itu, pemerintah tengah melakukan berbagai persiapan untuk program tersebut. Berikut fakta-faktanya:

1. 3 Perusahaan Siap Pasok Vaksin

Berdasarkan keterangan Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenko Marves) Senin (12/10/2020), Cansino menyanggupi 100.000 vaksin (single dose) pada bulan November 2020 dan sekitar 15-20 juta untuk tahun 2021.

G42/Sinopharm menyanggupi 15 juta dosis vaksin (dual dose) tahun ini, di mana 5 juta dosis akan mulai datang pada bulan November 2020. Sementara itu Sinovac menyanggupi 3 juta dosis vaksin hingga akhir Desember 2020 dengan komitmen pengiriman 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) pada minggu pertama November dan 1,5 juta dosis vaksin (single dose vials) lagi pada minggu pertama Desember 2020, ditambah 15 juta dosis vaksin dalam bentuk bulk.

Untuk tahun 2021, Sinopharm mengusahakan 50 juta (dual dose), Cansino 20 juta (single dose), Sinovac 125 juta (dual dose). Single dose artinya satu orang hanya membutuhkan 1 dosis vaksinasi, sementara dual dose membutuhkan 2 kali vaksinasi untuk satu orang.

2. Pelaksanaan Vaksinasi Ditentukan Pemerintah

Corporate Secretary Bio Farma Bambang Heriyanto mengatakan, pihaknya saat ini tengah menunggu uji klinis tahap III rampung. Dia bilang, penyelenggaraan vaksinasi merupakan kewenangan pemerintah.

"Rencana vaksinasi itu domain pemerintah," katanya kepada detikcom.

3. Satgas Sebut Vaksinasi Awal Tahun 2021

Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan eksekusi pemberian vaksin untuk penduduk Indonesia diharapkan bisa terealisasi pada awal tahun depan. Dia menyebutkan saat ini vaksin menjadi salah satu cara untuk keluar dari pandemi ini.

"Saya rasa saya bukan ahlinya tapi saat ini sedang uji klinis 3, sehingga awal tahun depan seharusnya sudah mendapatkan approval dari FDE nya China, Inggris, Amerika Serikat, BPOM dan bisa mulai program early next year," kata Budi dalam acara Blak-blakan detikcom.

(acd/eds)