China-Korsel Jajaki Proyek Baterai Mobil Listrik, Erick Thohir: Angin Segar

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Rabu, 14 Okt 2020 19:55 WIB
Erick Thohir (Andhika/detikcom)
Foto: Menteri BUMN Erick Thohir (Andhika/detikcom)
Jakarta -

Dua produsen electric vehicle (EV) battery atau baterai kendaraan listrik dunia memberi sinyal untuk bergabung dalam pengembangan rantai pasok nikel di Tanah Air dengan nilai proyek investasi US$ 20 miliar atau setara Rp 294 triliun (kurs Rp 14.700). Dua perusahaan yakni Contemporary Amperex Technology Co Ltd (CATL) dari Cina dan LG Chem Ltd asal Korea.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, kehadiran investor ini menunjukkan kebijakan Indonesia sudah tepat. Dia bilang, kehadiran investor luar negeri ini akan mendukung ketahanan energi nasional.

"Ini sebuah angin segar. Usaha Indonesia yang memiliki kekayaan tambang berlimpah untuk melakukan hilirisasi industri minerba langsung mendapat respon bagus dari investor asing. Ini bukti bahwa kebijakan Indonesia sudah tepat," kata Erick Thohir dalam keterangan resminya, Rabu (14/10/2020).

"Dengan kehadiran investasi luar negeri untuk menunjang program nasional di industri ini, maka saya yakin aspek keberlanjutan akan terus berkembang dan kita semakin kuat dalam daya saing untuk mendukung ketahanan energi bagi Indonesia," tambahnya.

Langsung klik halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2