Bisnis Modifikasi Bisa Jadi Tulang Punggung Industri Otomotif RI

Angga Laraspati - detikFinance
Sabtu, 17 Okt 2020 18:18 WIB
Modifikasi Porsche Jadi Mobil F1
Ilustrasi Foto: Pool (Autoevolution)
Jakarta -

Menteri Perindustrian Agung Gumiwang Kartasasmita mengatakan potensi pengembangan industri otomotif di Indonesia cukup besar. Hal ini dapat dilihat dari otomotif di Indonesia yang menjadi pasar terbesar di ASEAN dari sekitar sembilan negara dengan kontribusi 32%.

"Pada 2019, lebih dari 1 juta kendaraan dijual di dalam negeri, dan 300.000 telah diekspor ke seluruh dunia," ungkap Agus dalam keterangan tertulis, Sabtu (17/10/2020).

Agus melanjutkan keunggulan produk otomotif yang dibuat pabrikan di Indonesia juga telah diakui hingga kancah global dengan Indonesia menjadi eksportir kendaraan completely built up (CBU) ke lebih dari 80 negara.

Bahkan penjualan kendaraan roda empat atau lebih pada Juli lalu menembus angka 25.200 unit atau naik 100 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

"Penjualan Agustus mencapai 37.200 unit atau naik 47 persen dari bulan Juli," tutur Agus.

Dari segi produksi, kendaraan bermotor roda empat sepanjang tahun 2019 mencapai 1,28 juta unit dengan total nilai investasi hingga Rp 92,87 triliun. Sektor ini juga mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 1,5 juta orang di dalam ekosistem kendaraan bermotor.

"Begitu juga industri kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga pada tahun 2019, mencapai 7,29 juta unit. Sebanyak 810.000 unitnya untuk memenuhi kebutuhan pasar ekspor," paparnya.

Lebih lanjut, Agus mengemukakan, kini terdapat peluang untuk menopang industri otomotif Tanah Air yaitu dengan adanya industri modifikasi kendaraan yang semakin tumbuh.

"Sebab, perkembangan industri modifikasi juga berdampak pada meningkatnya penjualan otomotif secara nasional," terangnya.

Industri modifikasi juga merupakan sektor berskala kecil dan menengah yang mampu membuka banyak lapangan kerja sekaligus menggairahkan perekonomian nasional. Hal ini sesuai dengan program prioritas Presiden Joko Widodo dan sejalan dengan tujuan Undang-Undang Cipta Kerja.

"Kemajuan industri modifikasi telah meningkatkan daya saing produk-produk dalam negeri. Selain itu, seiring dengan perkembangan industri otomotif, perkembangan industri jasa aftermarket juga kian berkembang positif," imbuhnya.

Beberapa indikator perkembangan industri modifikasi kendaraan ditandai dengan munculnya beberapa event nasional, Indonesia Modification Expo (IMX) 2020.

Untuk itu, Kemenperin juga merancang berbagai kebijakan dan stimulus untuk membangkitkan kembali gairah usaha produsen otomotif. Pemerintah juga terus memacu laju industri otomotif agar semakin memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional.

"Apalagi, industri otomotif merupakan satu dari tujuh sektor yang mendapat prioritas pengembangan dalam implementasi industri 4.0 sesuai peta jalan Making Indonesia 4.0," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kementerian Perindustrian Taufiek Bawazier mengatakan Kemenperin telah memberikan beberapa kebijakan untuk mendukung para pelaku industri otomotif, baik dari produsen hingga demand

"Untuk sektor produsennya, kami memberikan IOMKI dan berbagai stimulus pajak usaha, sedangkan untuk demand kami usulkan keringanan pajak PPnBM yang bersifat mendesak kepada Kementerian Keuangan," tuturnya.

Kemenperin juga telah mengajukan relaksasi sejumlah pajak untuk mendukung keringanan pembelian kendaraan, antara lain pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk mobil baru sebesar 0%, PPN, serta pajak daerah yang mencakup bea balik nama (BBN), pajak kendaraan bermotor (PKB), dan pajak progresif.

"Relaksasi pajak ini paling tidak memberikan upaya baru membuka demand yang selanjutnya dapat meningkatkan utilisasi industri," pungkasnya.

(prf/hns)