Soal Vaksin Mandiri, Jokowi: Saya Minta Harganya Terjangkau!

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 26 Okt 2020 14:52 WIB
5 Tahun Jokowi-JK dan 1 Tahun Jokowi-Maruf Amin baru saja dilewati. Berikut serba-serbi pencapaian para tokoh tersebut untuk Indonesia.
Foto: Tim detikcom
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali meminta para menterinya untuk melakukan persiapan yang matang dalam pelaksanaan vaksinasi COVID-19. Termasuk salah satunya terkait vaksinasi mandiri yang dia minta harganya terjangkau.

"Ada beberapa hal yang ingin saya tekankan agar menjadi perhatian kita semua vaksinasi. Tidak hanya berkaitan dengan keselamatan jiwa manusia, tidak hanya urusan kesehatan, tapi juga menyangkut ekonomi. Sehingga ada beberapa hal untuk jadi perhatian," ucapnya saat membuka rapat terbatas, Senin (26/10/2020).

Jokowi meminta agar bisa dipastikan seluruh masyarakat bisa mengakses vaksin COVID-19. Oleh karena itu dia minta proses vaksinasi dilakukan secara bertahap, mengingat banyaknya jumlah penduduk Indonesia.

"Hal ini perlu dijelaskan secara jelas, gamblang ke masyarakat. Jelaskan siapa saja, kelompok masyarakat mana yang prioritas lebih awal. Kenapa mereka dulu, itu harus dijelaskan. Kenapa dapat prioritas," tambahnya.

Selain itu, Jokowi juga meminta agar menyiapkan skema tentang vaksin mandiri. Dia minta agar dihitung dengan cermat harga vaksin yang pas. Namun Jokowi menekankan agar harga vaksin mandiri yang ditetapkan bisa terjangkau.

"Karena ini ada gratis, ada yang mandiri bayar sendiri. Ini juga pengenaan biaya pelaksanaan vaksinasi mandiri harus dihitung kalkulasi dengan cermat. Disiapkan aturan sejak sekarang sejak awal. Saya minta harganya terjangkau," tegasnya.

Selain itu Jokowi juga mewanti-wanti agar dalam pengadaan dan pelaksanaan vaksinasi benar-benar dipastikan keamanan dan efektivitasnya.

"Keamanan artinya kalau disuntik betul-betul melalui sebuah tahapan-tahapan uji klinis yang benar. Karena kalau tidak, ada 1 saja yang bermasalah nanti bisa akan menjadi bahan ketidakpercayaan masyarakat dengan upaya vaksinasi ini," ucapnya.

(das/eds)