Jokowi Akan Utus Luhut ke AS 'Rayu' Bos Tesla

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 22:11 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) bersama calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin (kedua kiri) menyaksikan hasil hitung cepat Pemilu Presiden 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Maruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/HP.
Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan akan mengirim utusan tim tingkat tinggi minggu depan untuk bertemu dengan eksekutif dari produsen mobil listrik AS, Tesla. Tujuannya untuk mengukuhkan Indonesia menjadi produsen baterai kendaraan listrik terbesar di dunia.

Jokowi mengungkapkan hal itu dalam sebuah wawancara dengan Reuters. Pengiriman tim itu juga akan menjadi bagian dari promosi Indonesia tentang Undang-Undang Cipta Kerja yang menyederhanakan berbisnis di Indonesia.

"Minggu depan kami akan mengirimkan tim besar ke Amerika dan Jepang, untuk mempromosikan Omnibus," kata Jokowi dilansir dari Reuters, Jumat (13/11/2020).

Perjalanan itu dilakukan setelah Jokowi memberi selamat kepada Presiden terpilih AS Joe Biden atas kemenangannya. Pemimpin Indonesia mengatakan dia berharap pemerintahan Biden akan mempromosikan stabilitas dan perdamaian dunia.

Tim tersebut akan dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Tim itu akan bertemu dengan eksekutif Tesla, katanya.

"Ini sangat penting karena kita punya rencana besar untuk menjadikan Indonesia penghasil baterai lithium terbesar dan kita punya (cadangan) nikel terbesar," kata Jokowi.

Dalam wawancara terpisah, Luhut mengatakan akan mengadakan pertemuan dengan Bank Dunia dan pengelola dana AS untuk membahas Omnibus law dan proyek lingkungan Indonesia.

Luhut menolak berkomentar secara khusus tentang rencana pertemuan dengan Tesla, tetapi dia mengatakan bahwa ada peluang yang sangat bagus bahwa perusahaan ingin berinvestasi dalam pengolahan nikel Indonesia untuk memangkas biaya.

Bagaimana respons Tesla? Langsung klik halaman berikutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2