Jokowi Akan Utus Luhut ke AS 'Rayu' Bos Tesla

Tim detikcom - detikFinance
Jumat, 13 Nov 2020 22:11 WIB
Calon Presiden nomor urut 01 Joko Widodo (kanan) bersama calon wakil presiden nomor urut 01 Maruf Amin (kedua kiri) menyaksikan hasil hitung cepat Pemilu Presiden 2019 di Jakarta, Rabu (17/4/2019). Pasangan Jokowi-Maruf Amin menyatakan akan menunggu hasil resmi dari KPU meskipun sejumlah lembaga survei memenangkan mereka dalam hitung cepat. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/HP.
Foto: ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari

CEO Tesla Elon Musk mengatakan dia berencana untuk menawarkan kontrak raksasa dalam jangka waktu panjang selama nikel ditambang dengan cara yang efisien dan dengan cara yang peka terhadap lingkungan.
Undang-undang Cipta Lapangan Kerja yang baru, yang menyelaraskan 79 undang-undang yang ada, mendapat kritik karena melonggarkan standar lingkungan.

Luhut mengatakan, Indonesia bisa membuat rantai pasokan aki ramah lingkungan dalam tujuh hingga delapan tahun dengan menyalakan smelter dengan sumber energi terbarukan. Sehingga bisa menjual aki ramah lingkungan untuk mobil di pasar Eropa pada 2030.

Jokowi berulang kali mengatakan undang-undang Penciptaan Kerja sangat penting untuk memotong birokrasi, memacu investasi, dan meningkatkan daya saing pasar tenaga kerja.

Meskipun ada protes terhadap undang-undang dari serikat pekerja, mahasiswa dan pecinta lingkungan, undang-undang tersebut telah diterima secara positif oleh pasar.

Indonesia telah berjuang untuk menarik investasi asing. Presiden mengatakan undang-undang baru akan menjadi salah satu katalis utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi tahun depan.

Perekonomian terbesar di Asia Tenggara ini mengalami resesi pertamanya dalam lebih dari dua dekade tahun ini karena dampak pandemi virus Corona, dengan jutaan orang kehilangan pekerjaan.

Meski demikian, Jokowi mengatakan Indonesia telah melewati titik balik dan berada pada tren yang positif. Dia berharap produk domestik bruto akan meningkat tahun depan dengan bantuan vaksinasi massal.

Halaman

(das/hns)