RI Kok Nggak Kepincut dengan Vaksin Pfizer? Ini Jawabannya

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 20 Nov 2020 23:27 WIB
Inggris Pesan Jutaan Vaksin Corona Eksperimental BioNTech dan Pfizer
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

Perusahaan farmasi asal Amerika Serikat (AS), Pfizer, yang bekerja sama dengan BioNTech mengklaim vaksin mereka sudah efektif 95% untuk mencegah virus Corona (COVID-19). Kenapa Indonesia tak memilih vaksin tersebut?

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menerangkan vaksin ini erat kaitannya dengan masalah distribusi. Indonesia tidak mau vaksin yang pada uji klinis bagus, tapi karena proses distribusinya tidak bagus mengakibatkan kerusakan.

Untuk itu, Indonesia turut mempertimbangkan kemampuan untuk distribusi setiap kandidat vaksin yang dipilih.

"Sebagai contoh yang Pfizer itu memang dia baru rilis ya hasil uji klinis dia, mengatakan efektivitasnya di atas 96%, tapi kondisi storage-nya itu minus 70 derajat Celcius. Itu Indonesia belum memiliki kemampuan seperti itu, dan bahaya sekali kalau vaksin ini tidak disimpan di suhu yang sebenarnya, dia akan rusak sehingga nantinya pada saat diberikan kepada masyarakat ini akan berbahaya," katanya dalam acara bertajuk Indonesia Townhall di salah satu stasiun televisi nasional, Jumat (20/11/2020).

Sejauh ini, kandidat vaksin yang dipilih Indonesia dapat disimpan pada temperatur antara 2 sampai 8 derajat Celcius. Secara kemampuan, Indonesia sanggup menanganinya.

"Kalau kita harus menggunakan Pfizer sebagai contoh ataupun Moderna, kita harus membikin serangkaian pengadaan lagi untuk storage-storage yang kemampuannya ekstrem, minus 70 atau minus 20 (derajat Celcius)," jelas Honesti.

"Kita dalam hal ini dengan pemerintah juga makanya ditetapkan oleh Perpres bahwa untuk jenis (vaksin) itu ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Tentunya sudah ada kriteria tertentu yang membuat nanti Indonesia bisa deliver vaksin itu lebih cepat, mulai dari pengembangannya ataupun pengadaannya, sampai nanti distribusi dan program vaksinasinya ke masyarakat," tambahnya.

(toy/hns)