Rencana Besar Vaksinasi Corona di RI, Erick Thohir Siapkan Big Data

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 24 Nov 2020 16:35 WIB
Vaksin Covid-19: Negara-negara termiskin di dunia tak boleh terinjak-injak dalam perebutan vaksin corona, menurut WHO
Foto: BBC World
Jakarta -

Target vaksinasi COVID-19 di Indonesia sudah semakin dekat. Pemerintah pun melakukan berbagai persiapan agar proses vaksinasi bisa dilakukan sesuai target yakni akhir 2020 atau awal 2021.

Menteri BUMN Erick Thohir menjelaskan, sesuai Peraturan Presiden Nomor 99 tahun 2020 Kementerian Kesehatan yang menjadi komando dari proses vaksinasi. Namun Kementerian BUMN akan membantu untuk mempersiapkan sistem informasi big data yang terintegrasi secara menyeluruh.

"Dan sesuai Perpres 99 itu saya sekadar menginformasikan target awal ini yang divaksinasi usia 18-59 tahun. Ini target awal 67% masyarakat yang akan jadi target," ucapnya dalam acara webinar, Selasa (24/11/2020).

Proses vaksinasi sendiri dilakukan dalam dua program yakni vaksinasi pemerintah dan vaksinasi mandiri. Nah kedua program vaksinasi itu akan saling terkait dalam sistem informasi big data.

Kementerian BUMN sendiri mempersiapkan sistem informasi big data untuk vaksinasi COVID-19 dengan menugaskan PT Telkom Indonesia dan PT Bio Farma. Erick yakin sistem IT yang dibangun akan mengedepankan prinsip kehati-hatian dan transparansi dalam proses distribusi vaksin.

Direktur Digital Business Telkom Muhammad Fajrin Rasyid menjelaskan program big data ini adalah mengintegrasikan sumber data dan berbagai aplikasi atau sistem dari berbagai sumber. Misalnya untuk sumber data akan berasal dari berbagai pihak seperti BPJS Kesehatan, BPJS Ketenagakerjaan, Kementerian Kesehatan, Dukcapil Kemendagri, serta TNI dan Polri.

"Jadi sistem informasi dan 1 data ini ada beberapa tujuan, pertama kita sedang mengintegrasikan data dari berbagai sumber termasuk kementerian dan lembaga yang kemudian untuk validasi penerima vaksin," terangnya.

Melalui 1 data penerima vaksin ini berisi seluruh data penerima vaksin baik vaksinasi pemerintah maupun vaksin mandiri. Data itu kemudian bisa diakses oleh pihak-pihak berkepentingan dalam proses vaksinasi, mulai dari sisi supply, distributor hingga pelaksana teknis vaksinasi.

Sistem informasi big data ini juga untuk menghindari salah sasaran dari target penerima vaksin. Selain itu juga untuk menghindari adanya penumpukan atau penimbunan vaksin hingga menghindari adanya kemungkinan kesalahan pemberian jenis vaksin.

Big data ini juga diintegrasikan dengan sistem IT lainnya. Seperti nantinya vaksin mandiri akan disertakan barcode yang bisa di-scan untuk mengetahui berbagai informasi tentang vaksin itu. Tak hanya itu, kendaraan pengangkut vaksin juga terhubung dengan informasi untuk mengetahui perjalanannya dalam mengantar vaksin.

Tak hanya itu Bio Farma menyiapkan aplikasi untuk proses vaksin mandiri. Nah masyarakat yang ingin membeli vaksin prosesnya secara keseluruhan akan melalui aplikasi ini. Mulai dari pra pemesanan, pembayaran hingga tiket untuk melakukan vaksinasi.

(das/zlf)