Jay Z Jadi Bos Perusahaan Ganja di AS

Herdi Alif Alhikam - detikFinance
Selasa, 01 Des 2020 11:52 WIB
Jay-Z
Foto: dok. Ethan Miller/Getty Images
Jakarta -

Rapper kenamaan Amerika Serikat Jay Z mulai mendalami industri ganja. Dia baru saja ditunjuk menjadi Chief Visionary Officer (CVO) pada perusahaan yang akan memproduksi ganja, TPCO Holding Corporation.

Dilansir dari Bloomberg, Selasa (1/12/2020), perusahaan itu dibesut oleh Subversive Capital Acquisition. Perusahaan itu baru saja mengakuisisi dua perusahaan ganja di California untuk membentuk TPCO.

Subversive membeli perusahaan Caliva, merek ganja dengan penjualan langsung ke konsumen, dan Left Coast Ventures yang merupakan produsen produk ganja dan rami.

Kesepakatan itu akan membuat perusahaan induk baru TPCO dan mencakup US$ 36,5 juta atau sekitar Rp 514 miliar (dalam kurs Rp 14.100) komitmen modal dari pemegang saham baru dan yang sudah ada.

TPCO menargetkan pendapatan sebesar US$ 185 juta atau sekitar Rp 2,6 triliun pada tahun 2020. Lalu, US$ 334 juta atau sekitar Rp 4,7 triliun tahun depan.

Tujuan kesepakatan tersebut adalah untuk mengkonsolidasikan pasar ganja California dan menciptakan perusahaan ganja global.

Perusahaan baru ini bertujuan untuk menjangkau 75% konsumen California dan Jay-Z sebagai CVO akan menjalankan strategi pemasarannya dan mengerjakan proyek terkait untuk legalisasi ganja secara masif.

Industri ganja mulai menggeliat di AS setelah lebih banyak negara bagian lebih terbuka soal komoditas ini, meskipun ganja tetap ilegal di tingkat federal.

Dengan upaya untuk melakukan legalisasi secara nasional, investor mencoba mendirikan perusahaan ganja yang dapat muncul setara dengan Budweiser ataupun Coca-Cola.

Jay-Z sendiri yang merupakan rapper terlaris di AS sudah pernah memulai bisnis pada label musik, fesyen, dan bar. Hal itu dinilai dapat membantu merek ganja untuk mengembangkan pemasaran yang diperlukan.

Subversive menggambarkan posisi Jay Z sebagai posisi yang berfokus pada agenda strategis perusahaan dan inisiatif pertumbuhan produk ganja. Jay Z sendiri sebelumnya meluncurkan lini ganja sendiri, dia meluncurkan Caliva dan menjabat sebagai kepala strategi mereknya.

"Merek yang kami bangun akan membuka jalan baru ke depan untuk warisan yang berakar pada ekuitas, akses, dan keadilan," kata Jay Z.

TPCO sendiri akan berupaya mendapatkan US$ 10 juta atau Rp 141 miliar dalam pencarian pendanaan dan mendedikasikan 2% dari pendapatan bersih tahunannya untuk berinvestasi dalam bisnis ganja yang dimilikinya.

(zlf/zlf)