Siap-siap! Vaksin Corona Made in China Banjiri Dunia

Anisa Indraini - detikFinance
Rabu, 02 Des 2020 21:42 WIB
Vaksin virus Corona dari Sinovac dikabarkan siap edar ke seluruh dunia awal 2021. Seperti apa proses pembuatan vaksin yang kini sedang jalani uji klinis itu?
Foto: Getty Images/Kevin Frayer: Vaksin virus Corona dari Sinovac, China, dikabarkan siap edar ke seluruh dunia
Jakarta -

China siap mengirim vaksin Corona (COVID-19) ke negara-negara berkembang di Asia dan Afrika. Hal ini sebagai tindak lanjut dari janji China untuk membuat vaksin bagi semua negara, tidak hanya untuk negara maju saja.

Melansir CNN, Rabu (2/12/2020), China telah menyediakan ruangan dengan luas 350 meter persegi dengan pengaturan suhu udara yang sesuai dan petugas yang dilengkapi alat pelindung diri (APD).

Ruangan itu akan segera diisi oleh deretan vaksin COVID-19 buatan China yang telah mendapat persetujuan dari regulator obat di sana. Siapa pun yang memasuki ruangan itu, harus menjalani karantina selama dua minggu atau mengenakan pakaian pelindung dari kepala hingga ujung kaki.

Dari sana, selanjutnya vaksin Corona akan dimuat ke kompartemen jet kargo yang dikendalikan suhunya dan diterbangkan ke benua di seluruh dunia. Dalam beberapa bulan mendatang China mengirim ratusan juta dosis vaksin tersebut ke negara-negara yang telah melakukan uji coba tahap akhir vaksin COVID-19 China.

Para pemimpin China juga telah menjanjikan semakin banyak daftar prioritas negara berkembang yang berhasil akses vaksin. Menurut beberapa analis, langkah ini dinilai untuk memperbaiki citra China yang rusak karena kesalahan penanganan wabah virus Corona saat awal.

"Vaksin merupakan instrumen kebijakan luar negeri untuk mempromosikan kekuatan dan memproyeksikan pengaruh Internasional," kata peneliti senior untuk Kesehatan Global di Dewan Hubungan Luar Negeri yang berbasis di Washington, Yanzhong Huang.

Selama pandemi, China berupaya untuk membantu berbagai negara dengan menyumbangkan masker dan pasokan lain ke negara-negara yang terkena virus Corona. Saat ini China memperkuat kebijakan luar negeri soal vaksin, dibanding Trump yang menekankan pada 'America First' dalam penyuntikan vaksin tersebut.

Beberapa perusahaan seperti Sinopharm, CanSino Biologics, dan China National Biotech Group (CNBG) telah meneken MoU penjualan kepada beberapa negara seperti Meksiko, Indonesia, Brazil, Turki, dan Uni Emirat Arab (UEA).

(hns/hns)