RI Pamerkan Industri Farmasi-Alkes di Hannover Messe 2021

Danang Sugianto - detikFinance
Minggu, 13 Des 2020 08:30 WIB
ilustrasi obat
Foto: thinkstock
Jakarta -

Indonesia menjadi negara mitra resmi (Official Partner Country) sekaligus peserta pameran Hannover Messe 2021. Pameran teknologi industri terbesar di dunia ini bisa jadi ajang RI unjuk gigi.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kemenperin, Dody Widodo mengatakan, bagi Indonesia event ini menjadi kesempatan untuk menampilkan wajah Indonesia di mata dunia dalam upaya transformasi ekonomi khususnya bidang industri 4.0 serta upaya pemulihan ekonomi global paska pandemi.

"Kehadiran Indonesia sebagai Partner Country Hannover Messe 2021, harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan kekuatan teknologi industri serta mendorong keterhubungan industri Indonesia dengan jejaring rantai suplai global. Tentunya hal ini berperan penting dalam memperkuat hubungan bilateral dan kerjasama ekonomi Indonesia dengan Jerman, tidak hanya terbatas pada perdagangan, investasi dan industri saja, tetapi juga akan menyentuh pada dimensi pembangunan berkelanjutan (sustainability development)" kata Dody dalam keterangan resmi yang diterima, Minggu (13/12).

Dody mengatakan, di tengah pandemi Corona ini, Indonesia juga akan membawa isu pemulihan ekonomi nasional karena Pandemi Corona. Salah satunya adalah penambahan sektor prioritas yaitu industri Farmasi dan Alat Kesehatan yang akan ditampilkan dalam Paviliun Nasional Indonesia. Sebab, kehadiran Indonesia dalam Hannover Messe 2021 akan membawa misi utama untuk mempromosikan peta jalan Making Indonesia 4.0.

"Indonesia akan tetap mengusung tema tentang Making Indonesia 4.0, masih sangat relevan dengan tema Hannover Messe 2021, yaitu Industrial Transformation. Sementara itu, Indonesia juga akan mempertahankan tagline: "Connect to Accelerate", tuturnya. Tagline "Connecting to Accelerate" untuk mendorong sinergitas yang ingin dibentuk untuk mendukung pertumbuhan industri 4.0 di Indonesia.

"Tagline tersebut menjadi sebuah branding strategy yang menggambarkan ajakan dan undangan kepada semua pemangku kepentingan (government, industries & investors) di dalam maupun luar negeri untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam rangka mempercepat dan memperkuat pertumbuhan industri Indonesia melalui penerapan teknologi industri 4.0," papar Dody.

Untuk menyukseskan partisipasi Indonesia pada Hannover Messe 2021, kehadiran para pelaku Industri Indonesia perlu didorong untuk dapat memanfaatkan momentum status Indonesia sebagai Partner Country.

Dody menyampaikan, dukungan dari Kementerian dan Para Lembaga terkait sangat penting untuk membawa pesan kuat untuk national branding, menunjukkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan baru perekonomian dunia, serta pemain manufaktur global dengan visi misi yang jelas dan terarah.

Kementerian Perindustrian mengajak seluruh Kementerian dan Lembaga Lembaga terkait untuk turut bersama-sama mengambil manfaat sebesar-besarnya momentum ini dan juga terlibat secara aktif menunjukan kepada dunia tentang kemampuan industri Indonesia dalam transformasi industri 4.0 melalui event Hannover Messe 2021.
Demikian Siaran Pers ini untuk disebarluaskan.

(das/zlf)