Soal Vaksin Gratis, DPR Wanti-wanti Anggaran Negara

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 17 Des 2020 13:43 WIB
Regulator Obat Eropa Akan Setujui Vaksin Corona Sebelum Natal?
Foto: DW (News)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo telah memastikan bahwa vaksin COVID-19 akan tersedia gratis untuk seluruh rakyat. Bahkan kepala negara secara tegas menyatakan orang yang pertama untuk melakukan vaksinasi.

"Keputusan presiden tersebut tentunya menjadi kabar baik sekaligus menumbuhkan optimisme bagi kita semua agar segera bangkit dari situasi sulit saat ini. Presiden kembali membuktikan komitmennya untuk selalu di depan dalam upaya bangkit dari efek pandemi," kata Anggota Komisi III DPR RI, Junimart Girsang, Kamis (17/12/2020).

Vaksinasi gratis untuk rakyat memang harus menjadi prioritas. Ini merupakan bentuk tanggungjawab dan bukti negara selalu hadir untuk menjamin keselamatan rakyatnya. Apalagi dampak Pandemi COVID-19 semakin memberatkan semua lapisan masyarakat.

Pembiayaan vaksinasi COVID-19 tentu sangat besar. Pemerintah telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan vaksin sebesar Rp 18 triliun di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2021. Pembiayaan lain adalah untuk program vaksinasi sebesar Rp 3,7 triliun, serta untuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang sebesar Rp 1,3 triliun. Pemerintah juga masih memiliki ruang tambahan dana sebesar Rp 10 triliun, sehingga total biaya vaksinasi COVID-19 bisa mencapai Rp 33 triliun.

Kami di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) sebagai partai pengusung, pendukung pemerintah siap terus mendukung upaya-upaya pemerintah dalam mencari solusi keluar dari Pandemi COVID -19. Selama 2020, melalui dua kali revisi APBN, pemerintah pusat mengalokasikan belanja untuk COVID-19 mencapai Rp 358 triliun serta transfer khusus tambahan belanja untuk penanganan COVID-19 sebesar Rp 5 triliun.

"Mengingat besarnya anggaran COVID-19 tersebut, sudah seharusnya, menjadi kewajiban kita semua untuk aktif mengawasi dan memonitor penggunaannya. Jangan kendor apalagi teledor," tegas dia.

Ia mengatakan, dalam situasi kedaruratan ini setiap program pemerintah yang menggunakan APBN harus dapat dipertanggugjawabkan dan dipastikan efektifitasnya dalam menyelamatkan rakyat, khususnya bagi saudara-saudara kita yang kesulitan memperoleh pendapatan akibat ekonomi yang memburuk, fenomena yang juga terjadi di seluruh dunia.

Perjuangan membebaskan diri dan negara ini dari pandemi membutuhkan kerja keras, kesabaran dan tentunya komitmen untuk selalu menjaga persatuan dan kesatuan serta merawat kebhinekaan, yang menjadikan bangsa ini besar.

"Mari tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan; memakai masker, rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. Indonesia HEBAT!!! Merdeka!!!" tandas dia.

(dna/dna)