Total 100 Juta Dosis, Ini Jadwal Vaksin AstraZeneca & Novavax Masuk RI

Tim detikcom - detikFinance
Kamis, 31 Des 2020 15:58 WIB
Jurnal Medis Lancet: Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Hasil Menjanjikan
Foto: Nafilah Sri Sagita K/detikHealth
Jakarta -

Pemerintah Indonesia, melalui Holding BUMN Farmasi PT Bio Farma (Bio Farma), telah mengamankan ragam pasokan vaksin COVID-19. Upaya ini ditandai kesepakatan dengan pengembang vaksin asal Amerika dan Kanada, Novavax, dan pengembang vaksin dari Inggris dan Jerman, AstraZeneca.

Bio Farma juga akan mendatangkan vaksin tambahan dari Sinovac dan memperkuat kesiapan produksi vaksin COVID-19 dengan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik dari Badan POM.

Pada acara di Kantor Pusat Bio Farma di Bandung kemarin (30/12) yang disaksikan Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, dan Wakil Menteri I BUMN Pahala Mansury, Direktur Utama anggota Holding BUMN Farmasi, PT Indofarma (Persero) Tbk, Arief Pramuhanto menandatangani perjanjian penambahan pemesanan vaksin Novavax dari 30 juta menjadi 50 juta dosis.

Sedangkan Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir menandatangani perjanjian pembelian vaksin AstraZeneca sebanyak 50 juta dosis. Perjanjian masing-masing telah ditandatangani di kesempatan terpisah oleh perwakilan Novavax, dan AstraZeneca.

Selain itu, fasilitas produksi vaksin di Bio Farma mendapat sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB)/Good Manufacturing Practice (GMP) dari Badan POM, yang diserahkan Kepala Badan
POM Penny K. Lukito kepada Direktur Utama Bio Farma Honesty Basyir.

Direktur Utama Bio Farma Honesti Basyir, menyatakan dengan kebutuhan 426 juta dosis vaksin COVID-19 untuk melindungi masyarakat Indonesia, sangat penting untuk mengamankan pasokan vaksin
dari berbagai pengembang vaksin di dunia.

"Bio Farma, sebagai Holding BUMN Farmasi, siap mendukung upaya ini dengan menyiapkan ketersediaan dan beragam pasokan vaksin COVID-19 dari perusahaan-perusahaan yang disetujui pemerintah. Keberagaman vaksin tidak hanya dari sisi asal pengembang, namun juga kriteria dan rentang penerimanya, untuk memberikan perlindungan seluas-luasnya bagi masyarakat Indonesia," ujar Honesti dalam keterangan tertulis Tim Komunikasi Publik Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Sabtu (31/12/2020).

Honesti menambahkan komitmen pasokan vaksin yang telah diamankan dari berbagai sumber. Sinovac mengirimkan 3 juta dosis dalam bentuk jadi di bulan Desember 2020, serta berkomitmen untuk mengirimkan pasokan vaksin COVID-19 dalam bentuk bahan baku (bulk), dengan total sebanyak 140 juta dosis, dimulai dari Januari 2021.

Proses vaksinasi vaksin bentuk jadi, dan proses lanjutan bahan baku menjadi produk final dalam kemasan vial 10 dosis, serta distribusinya menunggu izin penggunaan dari Badan POM.

Selain itu, menurut Honesti, Novovax menyediakan sebanyak 50 juta dosis dengan opsi penambahan 80 juta dosis, mulai disediakan mulai triwulan kedua 2021 hingga triwulan pertama 2022 dan akan didistribusikan melalui salah satu anggota Holding BUMN Farmasi, yaitu PT Indofarma, Tbk.

"AstraZeneca berkomitmen menyediakan sebanyak 50 juta dosis, bisa ditambah sebanyak 50 juta dosis berikutnya, yang akan tersedia mulai triwulan kedua tahun 2021 hingga triwulan pertama 2022. sementara, kerja sama dengan pengembang vaksin asal Amerika Pfizer-BioNTech, tengah dalam proses finalisasi," pungkas Honesti.

(hns/hns)