Vaksin AstraZeneca Diprediksi Masuk Uni Eropa Februari

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 12 Jan 2021 22:16 WIB
Jurnal Medis Lancet: Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Hasil Menjanjikan
Ilustrasi/Foto: DW (News)
Jakarta -

VaksinCOVID-19 AstraZeneca diprediksi tersedia di seluruh Uni Eropa pada pertengahan Februari mendatang. Perkiraan ini muncul setelah perusahaan farmasi tersebut mengajukan permohonan persetujuan distribusi di blok beranggotakan 27 negara itu.

European Medicines Agency mengumumkan pada hari Selasa bahwa mereka sedang mempelajari hasil dari vaksin buatan AstraZeneca dan Universitas Oxford itu. Hasilnya akan dikeluarkan paling cepat pada 29 Januari 2021.

"Jika kami berhasil mendapatkan otorisasi untuk kontrak AstraZeneca... kami berharap bahwa dua minggu setelah otorisasi tersebut, AstraZeneca dapat memberikan pengiriman pertama," kata Director-general for health and food safety at the European Commission Sandra Gallina dilansir dari CNBC, Selasa (12/1/2021).

Uni Eropa memiliki kontrak dengan AstraZeneca untuk membeli hingga 400 juta dosis vaksin. Tidak seperti pesaingnya yang butuh suhu ekstrim, vaksin ini memiliki kelebihan dapat disimpan di lemari es biasa.

Namun, vaksin ini juga menuai beberapa kritik setelah pabrikan mengakui adanya kesalahan pada akhir November lalu yang kemudian diperbaiki.

Ini akan menjadi persetujuan vaksin ketiga di UE untuk mengatasi pandemi. Blok tersebut telah memvaksinasi warganya lebih dulu dengan vaksin Pfizer / BioNTech sejak akhir Desember. Lalu vaksin Moderna juga telah mendapatkan lampu hijau untuk didistribusikan di Uni Eropa pada minggu lalu.

Gallina mengatakan kepada anggota parlemen bahwa suntikan Moderna pertama telah mulai didistribusikan ke seluruh negara anggota pada hari Senin kemarin.

(das/hns)