Industri Manufaktur RI Mulai Pulih, Ini Buktinya

Danang Sugianto - detikFinance
Rabu, 13 Jan 2021 12:03 WIB
Industri manufaktur
Ilustrasi/Foto: Istimewa
Jakarta -

Bank Indonesia (BI) melihatnya adanya perbaikan kondisi di sektor pengolahan atau industri manufaktur. Meskipun sektor industri ini masih dalam kontraksi.

"Kinerja sektor Industri Pengolahan pada triwulan IV 2020 diperkirakan membaik walaupun masih dalam fase kontraksi," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono dilansir dari laman BI, Rabu (13/1/2021).

Perbaikan sektor industri manufaktur tercermin dari Prompt Manufacturing Index Bank Indonesia (PMI-BI) sebesar 47,29%. Posisi itu meningkat dari triwulan III-2020 44,91% dan 28,55% pada triwulan II-2020.

Menurut data BI, perbaikan terjadi pada hampir seluruh komponen pembentuk PMI-BI, terutama volume produksi ditopang oleh penerimaan barang input yang lebih cepat, serta jumlah tenaga kerja.

Secara sektoral, mayoritas subsektor mencatat perbaikan kinerja pada triwulan IV-2020, terutama subsektor logam dasar besi dan baja, serta subsektor pupuk, kimia dan barang dari karet dan subsektor kertas dan barang cetakan yang sudah berada pada fase ekspansi.

Pada triwulan I 2021, kinerja sektor industri manufaktur diperkirakan meningkat dan berada dalam fase ekspansi. PMI-BI pada triwulan I 2021 diperkirakan sebesar 51,14%, meningkat dari triwulan sebelumnya.

Peningkatan PMI-BI didorong oleh komponen volume total pesanan, volume persediaan barang jadi, dan volume produksi yang berada pada fase ekspansi. Pada periode tersebut beberapa subsektor diperkirakan akan berada pada fase ekspansi, yaitu subsektor makanan, minuman dan tembakau, subsektor semen dan barang galian non logam, subsektor pupuk, kimia dan barang dari karet, dan subsektor kertas dan barang cetakan.

(das/eds)