3 Fakta Tesla Segera Bikin Pabrik Baterai Mobil Listrik di RI

Trio Hamdani - detikFinance
Selasa, 26 Jan 2021 18:00 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan Tesla milik Elon Musk segera berinvestasi di Indonesia. Selain itu, ada BASF asal Jerman yang juga akan menanamkan modalnya di Indonesia.

Dua produsen baterai listrik raksasa dunia itu bakal mengembangkan ekosistem kendaraan listrik di dalam negeri, khususnya baterai listrik.

"Sebentar lagi yang akan kita teken ini adalah BASF sama Tesla," kata dia dalam konferensi pers virtual, kemarin Senin (25/1/2021).

Ada beberapa fakta yang disebut Bahlil berkaitan dengan rencana Tesla berinvestasi di Indonesia. Berikut selengkapnya:

1. Bukti Investor Percaya RI

Dia menjelaskan bahwa masuknya investasi-investasi besar seperti Tesla di Indonesia menunjukkan persepsi dunia terhadap Indonesia mulai bagus.

"Persepsi global pun sudah mulai bagus. Persepsi global ini terjadi dengan beberapa investasi-investasi besar yang mulai cenderung untuk masuk ke Indonesia," paparnya.

Bahlil meyakini tantangan investasi di 2021 lebih ringan dibandingkan 2020 sekalipun masih dalam situasi yang sama, yaitu pandemi virus Corona (COVID-19). Sebab, tahun ini sudah dimulai vaksinasi, serta ada Undang-undang Cipta Kerja.

2. Susul China dan Korsel

Produsen baterai kendaraan listrik asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) sudah lebih dulu menandatangani kontrak investasi senilai US$ 5,1 miliar.

Tak lama setelah CATL, LG Chem Ltd asal Korea Selatan (Korsel) menyusul melakukan penandatanganan kontrak investasi US$ 9,8 miliar.

"Bahwa sudah ada 2 perusahaan besar yang sudah tanda tangan kontrak dari hulu sampai hilir, satu dari China, satu dari Korea," kata Bahlil Lahadalia dalam diskusi virtual di saluran YouTube DPMPTSP Jatim, Kamis 26 November 2020.

3. RI Mulai Dipandang Dunia

Semakin banyak perusahaan raksasa dunia yang berinvestasi di Indonesia, dijelaskan Bahlil bakal membuat negara lain melihat Indonesia sebagai kontributor energi terbarukan.

"Insyaallah kalau 4-4 ini sudah jalan maka dunia akan mulai merasakan kehadiran Indonesia dalam rangka kontribusinya terhadap energi baru terbarukan khususnya untuk mobil listrik," kata dia.

(toy/zlf)