Tesla Siap Garap Baterai Listrik di RI, Ini Alasannya

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 27 Jan 2021 10:48 WIB
CEO Tesla Elon Musk melanggar aturan lockdown dengan membuka kembali pabrik Tesla di Fremont, California, AS. Area parkir pabrik Tesla yang penuh dengan mobil baru.
Foto: AP Photo/Ben Margot
Jakarta -

Indonesia menjadi salah satu tujuan investor untuk membuka bisnis produsen baterai listrik raksasa dunia. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengungkapkan ada dua perusahaan yang ingin berinvestasi di Indonesia seperti Tesla dan BASF.

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengungkapkan mulai masuknya investasi besar ini karena para investor melihat Indonesia adalah negara yang bagus.

"Sebentar lagi yang akan kita teken ini adalah BASF dan Tesla," kata dia dalam konferensi pers, dikutip Rabu (27/1/2021).

Dia mengungkapkan masuknya investasi ini juga karena persepsi global terhadap Indonesia sudah mulai membaik.

Bahlil menyampaikan memang investasi masih akan menemui tantangan pada tahun ini. Namun lebih ringan dibandingkan tahun lalu.

Hal ini karena sudah berjalannya proses vaksinasi. Undang-undang Cipta Kerja juga sudah mulai diimplementasikan.

"Dua poin ini menurut saya cukup membuat kita optimis dalam rangka realisasi investasi kita di tahun 2021 lebih baik," jelasnya.

Sebelumnya ada dua pemain global yang sudah lebih dulu menggarap proyek serupa di Indonesia. Selengkapnya di halaman selanjutnya.

Produsen baterai kendaraan listrik asal China, Contemporary Amperex Technology Co. Ltd (CATL) sudah lebih dulu menandatangani kontrak investasi senilai US$ 5,1 miliar.

Bahlil mengungkapkan bahwa penandatanganan kerja sama sudah dilakukan.

"Itu investasinya kurang lebih sekitar US$ 5,1 miliar," kata dia dalam sebuah webinar, Senin 16 November 2020.

Tak lama setelah CATL, LG Chem Ltd asal Korea Selatan (Korsel) menyusul melakukan penandatanganan kontrak investasi US$ 9,8 miliar.

(kil/zlf)