Pasokan Gula untuk Pabrik Makanan Dipastikan Aman Sampai Lebaran

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 29 Jan 2021 13:06 WIB
Gula menjadi salah satu bahan pangan pokok yang diimpor pemerintah. Impor itu dilakukan untuk menjaga pasokan harga dan pasokan menjelang Ramadhan 2020.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Industri makanan dan minuman tidak perlu khawatir kekurangan bahan baku Gula Rafinasi dengan adanya kepastian pasokan dari AGRI. Kebutuhan tersebut juga akan dapat dipenuhi dalam mengantisipasi kebutuhan Ramadhan dan Lebaran. Demikian disampaikan Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Benardi Dharmawan.

Kepada detikcom, ia menjelaskan bahwa produsen gula rafinasi yang tergabung dalam AGRI mempersiapkan produksi gula sebesar 1 juta ton dan dialokasikan untuk pabrik makanan dan minuman nasional hingga hingga Ramadhan dan Lebaran.

"Sudah masuk di minggu ke 2 Januari, sudah mulai produksi dan distribusi. Rencana produksi anggota kami 1 Juta ton di Ramadhan," tutur dia lewat sambungan telpon, Jumat (29/1/2021).

Penegasan ini sekaligus menjawab kekhawatiran Asosiasi Industri Minuman Ringan (Asrim) yang menyebut bahwa ketersediaan stok gula rafinasi yang ada di anggota ASRIM maupun di tingkat produsen gula rafinasi yang sesuai dengan standar mutu bahan baku industri minunan hanya mencapai akhir Januari 2021 mendatang.

Menurut Benardi, munculnya kekhawatiran tersebut bisa dipahami mengingat informasi sebelumnya bahan baku Raw Sugar untuk pembuatan Gula Rafinasi yang biasa diperoleh dari Thailand sudah habis, dan pasokan raw sugar diambil dari Brasil yang importasinya membutuhkan waktu 45 hari.

"Namun, masih dari India dan Australia, sehingga anggota AGRI bisa menyesuaikan jadwal (produksi) kita. Jadi pada prinsipnya tidak ada masalah," sambung dia.

"Saat ini pabrik AGRI dalam kondisi baik performanya, dikarenakan pada akhir tahun telah dilakukan maintenance rutin dan sudah kembali beroperasi di awal Januari 2021, saat ini sedang produksi untuk memenuhi kebutuhan pada ramadhan dan lebaran," tuturnya.

Benardi juga mengatakan bahwa anggota AGRI berencana memproses Raw Sugar sebanyak 3,3 juta ton hingga akhir 2021. Harapannya agar kebutuhan Gula Rafinasi untuk pabrik makanan dan minuman terpenuhi dan tetap bisa berproduksi normal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

(acd/dna)