Vaksin AstraZeneca-Oxford Dapat Restu Regulator Obat Eropa

Soraya Novika - detikFinance
Jumat, 29 Jan 2021 23:22 WIB
Jurnal Medis Lancet: Vaksin AstraZeneca Tunjukkan Hasil Menjanjikan
Foto: Getty Images/Christopher Furlong
Jakarta -

Vaksin COVID-19 yang dikembangkan oleh AstraZeneca dan Universitas Oxford telah disetujui oleh regulator obat Eropa, European Medicines Agency (EMA). EMA telah menilai keamanan dan keefektifan vaksin ini dan merekomendasikan dengan konsensus otorisasi pemasaran bersyarat formal yang diberikan oleh Komisi Eropa, badan eksekutif UE.

"Dengan opini positif ketiga ini, kami telah memperluas gudang vaksin yang tersedia untuk negara-negara anggota UE dan EEA untuk memerangi pandemi dan melindungi warganya," kata Emer Cooke, Direktur Eksekutif EMA, dalam sebuah pernyataan, dikutip dari CNBC, Jumat (29/1/2021).

"Seperti dalam kasus sebelumnya, CHMP telah mengevaluasi vaksin ini secara ketat, dan dasar ilmiah dari pekerjaan kami mendukung komitmen kuat kami untuk menjaga kesehatan warga UE," sambungnya.

Vaksin ini sudah digunakan di Inggris yang telah menyetujui penggunaannya sejak akhir Desember lalu, dan sekarang merupakan yang paling banyak yang diberikan di negara tersebut, bersama dengan Pfizer-BioNTech, yang lebih dulu telah diizinkan untuk digunakan di EU.

Persetujuan tersebut datang pada saat yang sulit bagi UE, dengan program vaksinasi yang paling lambat, dan terlihat sangat rentan terhadap kekurangan pasokan.

Meski sudah dapat izin dari regulator UE, tapi rekomendasi komite vaksin Jerman membawa keraguan bagi beberapa pihak. Komite vaksin Jerman mengatakan vaksin AstraZeneca hanya direkomendasikan kepada orang yang berusia antara 18-64 tahun saja. Sebab, tidak ada cukup data untuk menilai kemanjuran pada orang berusia di atas 65 tahun.

EMA pun menyampaikan hal serupa. Saat persetujuan diumumkan, EMA mengungkap belum ada cukup hasil pada peserta yang lebih tua (di atas 55 tahun) untuk memberikan gambaran seberapa baik vaksin akan bekerja dalam kelompok ini.

"Perlindungan diharapkan, mengingat tanggapan kekebalan terlihat pada kelompok usia ini dan berdasarkan pengalaman dengan vaksin lain," kata pihak EMA.

(hns/hns)