4 Jurus Pemerintah Genjot Vaksinasi Corona

Hendra Kusuma - detikFinance
Sabtu, 20 Feb 2021 16:21 WIB
Petugas menyuntikan vaksin COVID-19 kepada pedagang di Pasar Tanah Abang Blok A, Jakarta, Rabu (17/2/2021). Vaksinasi COVID-19 tahap kedua yang diberikan untuk pekerja publik dan lansia itu dimulai dari pedagang Pasar Tanah Abang.
vaksinasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Ada empat jurus pemerintah menggenjot proses vaksinasi COVID-19. Pertama,memperbanyak fasilitas kesehatan seperti jumlah vaksinator. Kedua, perbaikan data.

Ketiga, meningkatkan jumlah keterlibatan rumah sakit baik pemerintah maupun swasta. Keempat, memanfaatkan supply chain swasta untuk proses pengadaan vaksin COVID-19.

"Itu yang kita lakukan sekarang ya. Jadi penambahan vaksinator, penambahan fasilitas kesehatan, dan juga perbaikan dari data ya. Dan nanti kita juga akan melibatkan swasta, lebih agresif lagi dalam vaksinasi ini. Swasta dalam arti, rumah sakit-rumah sakit swasta, demikian juga fasilitas kesehatan swasta, demikian juga nanti value chain atau supply chain, atau code chain nya swasta akan kita gunakan," kata Sekretaris Eksekutif I KPCPEN (Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional), Raden Pardede dikutip dari CNBC Indonesia TV, Sabtu (20/2/2021).

Raden mengatakan, peningkatan jumlah vaksinasi COVID-19 akan dilakukan pada kuartal II-2021. Pemerintah menargetkan lebih dari 1 juta vaksin yang akan disuntikkan per harinya. Saat ini, jumlah penyuntikan vaksin yang dilakukan tenaga kesehatan (nakes) pemerintah baru mencapai sekitar 70.000 sampai 80.000 orang per hari.

Dengan angka itu juga yang membuat Johns Hopkins University memperkirakan pelaksanaan vaksinasi di tanah air akan selesai dalam waktu 10 tahun.

"Jadi memang nanti yang kita harapkan terjadi percepatan itu sebagaimana target bapak Presiden, itu di kuartal II dan kuartal III itu kita harus bisa memvaksinasi hampir 1 juta orang per hari," ujarnya.

"Sekarang ini memang masih kecil ya. Sekitar 70-80 ribu. Ini yang akan ditingkatkan. Ini akan kita persiapkan dalam 1-2 bulan terakhir ini, supaya kita mampu untuk memvaksinasi lebih besar," tambahnya.

Rendahnya jumlah orang yang vaksinasi karena beberapa faktor seperti terbatasnya jumlah vaksin yang dikirim oleh produsen dan jumlah fasilitas kesehatan yang melayani proses vaksinasi belum banyak.

Oleh karena itu, Raden mengatakan dengan empat strategi yang sudah disiapkan pemerintah ini mampu mempercepat dan meningkatkan peserta vaksinasi COVID-19 di Indonesia pada kuartal II dan kuartal III-2021.

"Jadi kalau memang asumsinya dengan pola seperti sekarang ini, kita menjadi pesimis. Jadi ini yang akan kita perbaiki, sehingga nanti kita bukan 70-80 ribu per hari tetapi ke arah 1 juta per hari nantinya dalam 2-3 bulan ke depan nanti," ungkapnya.

(hek/hns)