BKPM Kembangkan KIT Batang, Bagaimana Kesiapannya?

Soraya Novika - detikFinance
Kamis, 25 Feb 2021 12:03 WIB
Pelabuhan Cigading yang dikelola oleh PT Krakatau Bandar Samudera merupakan pelabuhan curah kering terbesar dan terdalam di Indonesia.
Foto: Pelabuhan Cigading (Istimewa/dok. PT Krakatau Bandar Samudera)
Jakarta -

Pembangunan Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang di Jawa Tengah terus digenjot demi memenuhi minat investor-investor yang akan membuka pabriknya di lokasi tersebut. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebutkan untuk investasi ini sudah ada 3 perusahaan besar yang mengisi "Grand Batang City" untuk berinvestasi di Kawasan Industri Terpadu Batang, Jawa Tengah, yaitu LG, KCC Glass, dan Wavin.

Dalam kegiatan web seminar bertema Action & Collaboration For Rising In The Pandemic, Direktur Utama PT Krakatau Bandar Samudera, Akbar Djohan mengatakan Krakatau Steel Group terutama PT Krakatau Bandar Samudera (KBS) siap mendukung KIT Batang, Jawa Tengah.

"Melihat proyek membuka investasi di Indonesia oleh BKPM, sungguh luar biasa. kami dari team PT KBS dengan action dan collaboration untuk bisa berjalan program relokasi investasi ini bisa berjalan dengan baik," kata Akbar dalam acara web seminar (25/02).

PT KBS sampai saat ini sudah genap 25 tahun, sudah cukup mempunyai pengalamanya bidang jasa kepelabuhanan dan jasa logistik siap mendukung pembangunan KIT Batang, Jawa Tengah.

"PT KBS sendiri mempunyai memiliki pergudangan terintegrasi atau Integrated Warehouse (IWH) terbesar se-ASEAN. Letaknya berada di pusat kawasan industri dan daya tampungnya mencapai 270 ribu ton untuk curah kering. Gudang penyimpanan terpadu khusus curah kering ini dibangun di lahan seluas 11,6 hektare," ujar Akbar.

KIT Batang merupakan lokasi khusus yang disiapkan pemerintah untuk investor dari dalam dan luar negeri. Hal ini merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan daya saing investasi di Indonesia. Dan KIT di Batang ini bertujuan untuk cipta lapangan kerja, minimal ada manfaat masyarakat Kabupaten Batang. sejauh ini nilai investasi yang akan masuk di KIT Batang sekitar Rp 145 triliun-Rp 146 triliun.

"Untuk lebih meningkatkan daya saing investasi di Indonesia, PT KBS akan mendorong Infrastruktur Logistik Terintegrasi di KIT Batang. Agar para investor memiliki akses darat dan laut untuk bisa mendistribusikan kebutuhan perusahaan," ungkap Akbar.

Terakhir Akbar menjelaskan, PT KBS mempunyai pengalamanya di bidang jasa kepelabuhanan dan jasa logitsik. Dengan hal tersebut PT KBS optimis bisa berkolaborasi dengan BKPM dan berkontribusi membangun mega proyek Indonesia agar bisa membangkitkan kembali pertumbungan perekonomian Indonesia.



Simak Video "Kepala BKPM Bicara Perpres Investasi Miras-Lampiran yang Dicabut Jokowi"
[Gambas:Video 20detik]
(dna/dna)