Vaksinasi Mandiri Pakai 20,2 Juta Dosis Vaksin Sinopharm & Moderna

Hendra Kusuma - detikFinance
Selasa, 02 Mar 2021 16:35 WIB
Vaksin Covid: Apa perbedaan vaksin China, Sinovac dan Sinopharm serta merek-merek lain?
Ilustrasi/Foto: BBC World
Jakarta -

Sebanyak 20,2 juta dosis vaksin akan dimanfaatkan untuk program vaksinasi mandiri atau gotong royong. Vaksin ini berasal dari Sinopharm dan Moderna.

Pengadaan vaksin mandiri ini akan dilakukan oleh PT Bio Farma selaku holding farmasi. Hal ini dilakukan usai diterbitkannya Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Rangka Penanggulangan pandemi COVID-19.

"Sinopharm 15 juta kuartal I dan kuartal II 2021, Moderna 5,2 juta kuartal III dan kuartal IV 2021," kata Airlangga dalam acara MNC Group Investor Forum 2021 secara virtual, Selasa (2/3/2021).

Dengan progres pengadaan tersebut, Airlangga berharap vaksinasi mandiri dapat mempercepat program vaksinasi di tanah air. Meskipun, dapat dipastikan vaksinasi mandiri ini berbeda dengan program vaksin gratis yang telah dilaksanakan pemerintah sejak 13 Januari 2021.

"Pak Menkes sudah mengeluarkan regulasi vaksinasi untuk perusahaan, khususnya karyawan dan keluarganya. Ini bisa mempercepat program vaksinasi dan tambahan untuk akses vaksinasi," katanya.

Pihak swasta bisa terlibat dalam proses vaksinasi COVID-19, namun yang ditekankan dalam aturan ini bahwa karyawan dan keluarga diberikan gratis alias ditanggung perusahaan.

Program vaksinasi COVID-19 ditargetkan dapat menjangkau 182 juta penduduk Indonesia hingga akhir 2021.

"Kami berharap sampai akhir tahun ini 182 juta orang dari total 270 juta populasi bisa divaksinasi," terang Airlangga.

Dengan jumlah penduduk yang divaksin, maka herd immunity alias kekebalan untuk 70% dari total penduduk akan bisa dicapai. Dia bilang, total jumlah vaksin yang dibutuhkan hingga akhir 2021 adalah 426,8 juta dosis vaksin yang berasal dari sejumlah produsen di luar negeri.

Tahap pertama pemerintah memprioritaskan vaksinasi untuk 1,5 juta orang yang berasal dari tenaga kesehatan (nakes). Tahap kedua, ada 16,9 juta orang petugas pelayanan publik serta 21,5 juta orang lansia juga akan menerima vaksin COVID-19.

Tahap ketiga, program vaksinasi akan ditujukan bagi kelompok rentan sebanyak 63,9 juta orang, serta di tahap keempat ditargetkan vaksinasi menjangkau 77,7 juta orang lainnya. Vaksinasi tahap ini akan mulai dijalankan pertengahan Maret hingga Desember 2021.

"Sambil program vaksinasi ini berjalan dan tersedia untuk semua orang kita harus tetap menjaga agar bagaimana protokol kesehatan bisa dilaksanakan, agar jangan sampai tujuan untuk mencapai herd immunity tadi tidak bisa dicapai," tutup Airlangga.

Simak Video: Banyak Hal Perlu Disiapkan Sebelum Pelaksanaan Vaksinasi Gotong Royong

[Gambas:Video 20detik]



(hek/hns)