Tak Dilirik Orang Kaya, Pabrikan Pesawat Pribadi Ini Mau Setop Produksi

Aulia Damayanti - detikFinance
Senin, 15 Mar 2021 15:19 WIB
Corporate business jet setting on ramp with door open and sun setting in the background.
Ilustrasi/Foto: iStockphoto
Jakarta -

Produsen pesawat pribadi, Learjet berencana menghentikan produksinya akhir tahun ini. Hal itu dilakukan karena induk perusahaannya, Bombardier mengalami penurunan penjualan dari orang-orang kaya raya.

Dikutip dari BBC, Senin (15/3/2021) Kepala eksekutif Bombardier Eric Martel mengatakan keputusan dilakukan untuk menghemat pengeluaran perusahaan yang targetnya mencapai US$ 400 juta setahun pada 2023. Tidak hanya itu, 1.600 karyawan di Kanada dan AS terancam PHK.

Berhentinya produksi Learjet tepatnya pada kuartal akhir 2021. Selain itu, pabrik Learjet di Kanada dan AS juga menghentikan produksi di Belfast, Irlandia Utara.

Menurut perusahaan, saat ini orang-orang kaya raya lebih memilih pesawat pribadi yang lebih memuat banyak orang. Learjet sendiri hanya mampu menampung delapan orang

Konsumen kini mencari jet dengan kabin yang lebih besar, seperti Gulfstream dari General Dynamics, Embraer Phenom 100, dan seri Global Bombardier sendiri. Ini dilengkapi dengan pancuran dan tempat tidur, dan menghubungkan penumpang ke kota-kota di seluruh dunia tanpa perlu mengisi bahan bakar.

Learjet hanyalah salah satu korban dari industri penerbangan yang dilanda pembatasan perjalanan yang ketat, tetapi beberapa orang merasa itu mungkin tidak sepenuhnya hilang.

"Bombardier telah mencoba menjual Learjet pada banyak kesempatan tetapi tidak pernah terjadi karena lokasi produksi dan pekerjaan harus dipertahankan di Wichita dan Belfast," kata Direktur Konsultan Jet Pribadi Jet8, Christophe Chicandard.

"China, India, dan Rusia muncul di benak saya sebagai pembeli potensial Learjet karena mereka semua memiliki pasar domestik yang besar dan tidak ada manufaktur jenis pesawat semacam itu. Mereknya tetap sangat kuat," lanjut Chicandard.

Bombardier mengatakan akan terus mendukung dan memelihara Learjet yang ada, dan menawarkan peningkatan pada pesawat dan interior setelah produksi ditutup.

Lihat juga video 'Detik-detik Pesawat Antonov AN124-100 Mendarat Perdana di YIA':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)