Penjualan Mobil Lamborghini Turun 11% Digoyang Pandemi

Aulia Damayanti - detikFinance
Jumat, 19 Mar 2021 14:33 WIB
Penantian mobil Sport Utility Vehicle (SUV) Lamborghini Urus hadir di Indonesia terbayar tuntas. SUV banteng Italia ini resmi mendarat di markas baru, Pacific Place, Jakarta.
Lamborghini/Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Produsen mobil, Lamborghini melaporkan keuangannya untuk 2020. Penjualan mobil dengan logo banteng itu di tengah pandemi hanya sebanyak 7.430 mobil, turun tipis 9% dari rekor tertinggi 2019.

Total nilai penjualan mencapai US$ 1,9 miliar setara Rp 27 triliun (kurs Rp 14.411). Nilai itu turun 11% dibandingkan total penjualan 2019. Namun, perusahaan mengklaim telah mencetak keuntungan tertinggi karena banyak pesanan mobil mahalnya.

CEO Lamborghini Stephan Winkelmann mengatakan prospek tahun 2021 terlihat lebih cerah karena melonjaknya saham dan nilai aset di seluruh dunia telah meningkatkan kekayaan pembeli mobil yang kaya raya. Selain itu, meningkatnya investasi kripto, skema SPAC, IPO, dan akuisisi telah menciptakan generasi baru pembeli mobil super yang lebih muda.

"Ini mirip dengan pasar saham. Semangat pembeli naik, mereka tidak sabar menunggu saat untuk keluar lagi dan menikmati hidup," ujar Winklemann dikutip dari CNBC, Jumat (19/3/2021).

Lamborghini juga diuntungkan dari kesuksesan SUV atau mobil listrik bernama Urus seharga US$ 220.000. Total produksi perusahaan telah meningkat lebih dari dua kali lipat sejak mulai mengirimkan Urus pada tahun 2018.

Winkelmann mengatakan China diharapkan menjadi pasar terbesar kedua perusahaan tahun ini, menggantikan Jerman untuk pertama kalinya. Sementara, AS masih jauh dari pasar Lamborghini dengan pengiriman 2.224 mobil pada tahun 2020.

Tantangan terbesar bagi Lamborghini, bersama dengan perusahaan mobil sport lain seperti Ferrari, McLaren, dan Bugatti, adalah pengetatan peraturan emisi di seluruh dunia dan peralihan ke kendaraan listrik. Dengan Tesla yang sekarang akan meluncur dari 0-60 mph dalam waktu kurang dari dua detik.

Hal itu memaksa perusahaan mobil sport untuk membangun mesin yang lebih cepat, lebih keras dan desain dramatis yang cocok untuk kendaraan bertenaga listrik. Pada saat yang sama, mereka juga harus terus menyenangkan pelanggannya.

Lamborghini telah mulai masuk ke industri kendaraan listrik dengan menciptakan hybrid pertamanya, Sian FKP 37. Mobil super, yang dijual seharga lebih dari US$ 3,6 juta dan berarti 'petir' dalam dialek Bolognese, memiliki mesin V-12 yang ditingkatkan dengan kapasitor super lithium-ion.

(ara/ara)