Chip Langka, Intel Bangun 2 Pabrik Senilai Rp 288 T

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 24 Mar 2021 11:55 WIB
Intel Lakefield
Foto: Dok. Intel
Jakarta -

Perusahaan teknologi, Intel mengumumkan akan menghabiskan US$ 20 miliar setara Rp 288 triliun (kurs Rp 14.400) untuk membangun dua pabrik chip baru, yang disebut fabs, di Ocotillo, Arizona.

Rencana itu muncul saat kelangkaan chip komputer di dunia hingga mengganggu industri dari mobil hingga sektor elektronik. Mandeknya produksi transportasi juga mengkhawatirkan AS akan tertinggal dalam manufaktur semikonduktor.

Saham Intel naik 5% di tengah berita tersebut Selasa kemarin. Pengumuman itu disampaikan oleh pimpinan baru Intel yakni CEO Pat Gelsinger.

"Intel akan dan akan tetap menjadi pengembang teknologi proses terkemuka, produsen utama semikonduktor, dan penyedia silikon terkemuka secara global," kata Gelsinger dikutip dari CNBC, Rabu (24/3/2021).

Gelsinger mengungkap dengan hadirnya dua pabrik chip baru itu, Intel juga akan bertindak sebagai mitra manufaktur, untuk perusahaan chip lain yang fokus pada desain semikonduktor tetapi membutuhkan perusahaan untuk benar-benar membuat chip tersebut.

Nantinya, anak perusahaannya disebut Intel Foundry Services dan akan dipimpin oleh Randhir Thakur yang saat ini menjabat sebagai Wakil Presiden Senior.

Gelsinger berharap perusahaan bisa bersaing di pasar global yang bernilai US$ 100 miliar pada tahun 2025. Intel ditargetkan bisa memproduksi berbagai chip, termasuk chip berbasis teknologi ARM, yang digunakan di perangkat seluler, dan secara historis bersaing dengan teknologi x86 favorit Intel.

Intel juga menargetkan perusahaan besar seperti Amazon, Google, Microsoft dan Qualcomm dapat menjadi pelanggan bisnisnya.

Tonton juga Video: Bantahan Erick Thohir soal Ada Chip di Vaksin Corona

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)