Produksi IHT Turun terus, Pengusaha Minta Ini ke Pemerintah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Kamis, 25 Mar 2021 19:29 WIB
Cuaca yang tak menentu turut berimbas pada petani tembakau. Hasil tembakau yang tak maksimal membuat penghasilan para petani turun.
Foto: Muhamad Rizal
Jakarta -

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan produksi hasil tembakau di Februari 2021 tercatat turun signifikan sebesar minus 61,7%. Di mana produksi pada Februari ini hanya mencapai 13,8 miliar batang, sedangkan Februari 2019 mencapai 27,8 miliar batang. Penurunan ini terjadi seiring berlakunya tarif cukai rokok per 1 Februari 2021.

Ketua umum Perkumpulan GAPPRI, Henry Najoan berpendapat, sudah beberapa tahun ini kondisi IHT nasional sudah sangat berat di mana produksi terus menurun. Menurutnya, iklim usaha yang tidak kondusif dikarenakan terdapat sekitar 300 peraturan yang restriktif. Henry Najoan mengatakan, tren penurunan produksi hasil tembakau diprediksi akan terjadi antara bulan Februari - Mei 2021.

"Produksi IHT di Februari 2021 tercatat turun signifikan sebesar minus 61,7 persen atau turun 21,4 miliar batang dari Januari 2021. Di mana produksi pada Februari 2021 ini hanya mencapai 13,8 miliar batang, sedangkan Februari 2020 mencapai 14,7 miliar batang dan Februari 2019 mencapai 27,8 miliar batang," beber Henry Najoan di Jakarta, Rabu (24/3/2021).

Merujuk data resmi Perkumpulan GAPPRI, penerimaan cukai hasil tembakau (CHT) Januari ke Februari 2021 pada golongan Sigaret Kretek Mesin (SKM) anjlok 70 % atau turun dari Rp 19,0 T Januari 2021 ke Rp 5,7 T Februari 2021.

"Jadi turun sebanyak Rp 13,3 triliun dalam sebulan," ujar Henry Najoan.

Henry Najoan menambahkan, kondisi pada tahun lalu sebaliknya. CHT Januari ke Februari 2020 naik 102 % (dari Rp 6,3 T Januari 2020 ke Rp 12,7 T Februari 2020). "Sehingga total keseluruhan CHT turun 65% dari Januari 2021 ke Februari 2021," katanya.

Selanjutnya
Halaman
1 2