RI Kehilangan 10 Juta Dosis Vaksin Gratis dari WHO, Kok Bisa?

Soraya Novika - detikFinance
Selasa, 06 Apr 2021 12:23 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin
Menkes Budi Gunadi Sadikin/Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Indonesia kehilangan 10 juta dosis vaksin gratis dari WHO atau dari The Global Alliance for Vaccines and Immunisation (GAVI).

Awalnya, dengan kerja sama GAVI Indonesia berpeluang mendapatkan 11,7 juta dosis vaksin pada bulan Maret-April ini. Akan tetapi, sekarang jadi hanya 1,4 juta dosis vaksin yang mungkin dikirim oleh GAVI ke Indonesia.

"Kita kehilangan 10 juta dosis yang seharusnya kita peroleh dari kerja sama dengan GAVI atau WHO yang gratis itu tadinya kita berencana dapat 11,7 juta tapi sekarang kita dapatnya hanya 1,3 atau 1,4 juta kemudian sisanya berhenti," ungkap Budi dalam acara CIMB Niaga Forum Indonesia Bangkit secara virtual, Selasa (6/4/2021).

Penyebabnya karena dosis 10 juta vaksin gratis tadi ternyata diembargo oleh India karena terjadi peningkatan kasus di negara tersebut.

"Gara-gara ada lonjakan kasus di India, India embargo vaksinnya," katanya.

Harusnya, total dosis vaksin yang diterima Indonesia sepanjang Maret-April ini mencapai 15 juta vaksin per bulan. Namun, kini tak bisa mencapai sebanyak itu.

"Jadi bulan April ini akan sangat sulit masanya karena jumlah vaksin sedikit tapi Mei rencana kita produksi yang Biofarma bisa meningkat kembali sehingga kita lajunya bisa kita tingkatkan," imbuhnya.

Simak juga 'Johnson & Johnson Buang 15 Juta Dosis Vaksin karena Salah Bahan':

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)