3 Fakta RI Kehilangan 10 Juta Dosis Vaksin Gratis WHO

Soraya Novika - detikFinance
Rabu, 07 Apr 2021 07:13 WIB
Tenaga kesehatan menyuntikkan vaksin COVID 19 pada tenaga pendidik di SMP 216, Jakarta Pusat, Selasa (6/4/2021).
Ilustrasi/Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan Indonesia kehilangan 10 juta dosis vaksin gratis dari WHO atau dari program The Global Alliance for Vaccines and Immunisation (GAVI). Dengan begitu, Indonesia hanya dapat sekitar 1,3 atau 1,4 juta dosis vaksin gratis saja padahal harusnya mendapat 11,7 juta dosis.

"Kita kehilangan 10 juta dosis yang seharusnya kita peroleh dari kerja sama dengan GAVI atau WHO yang gratis itu tadinya kita berencana dapat 11,7 juta tapi sekarang kita dapatnya hanya 1,3 atau 1,4 juta kemudian sisanya berhenti," ungkap Budi dalam acara dalam acara CIMB Niaga Forum Indonesia Bangkit secara virtual, Selasa (6/4/2021).

Berikut 3 fakta RI kehilangan 10 juta dosis vaksin gratis WHO:

1. India Embargo Vaksin

Penyebab Indonesia kehilangan 10 juta dosis vaksin gratis karena diembargo India. Lantaran, di negara itu sedang terjadi lonjakan kasus yang cukup signifikan.

Sebagaimana diketahui, India merupakan salah satu negara produsen vaksin yang menyuplai vaksin ke program GAVI. Oleh karena melonjaknya kasus COVID-19, sehingga India memilih fokus memproduksi vaksin untuk didistribusikan dalam negerinya dulu.

"Gara-gara ada lonjakan kasus di India, India embargo vaksinnya," katanya.

2. RI Genjot Bio Farma Produksi Vaksin

Harusnya, total dosis vaksin yang diterima Indonesia sepanjang Maret-April ini mencapai 15 juta vaksin per bulan. Namun, kini tak bisa mencapai sebanyak itu. Untuk mengakali kekurangan dosis vaksin tersebut, pemerintah akan terus menggenjot produksi dalam negeri dari Bio Farma khususnya.

"Jadi bulan April ini akan sangat sulit masanya karena jumlah vaksin sedikit tapi Mei rencana kita produksi yang Bio Farma bisa meningkat kembali sehingga kita lajunya bisa kita tingkatkan," imbuhnya.

3. RI Peringkat 8

Sejauh ini, pemerintah telah menyuntikkan hingga 12,7 juta dosis vaksin, atau secara konsisten telah menyuntikkan sebanyak 500.000 dosis vaksin per harinya atau sekitar 2,5 juta seminggu atau sekitar 10 juta per bulan.

Total itu membuat Indonesia menempati peringkat ke-8 sebagai negara yang menyuntikkan dosis vaksin terbanyak di dunia.

"Kalau kita keluarkan negara-negara yang bisa memproduksi vaksin sendiri seperti Amerika, Inggris, India, Rusia dan China karena mereka tidak memiliki masalah suplai dari vaksin, Indonesia adalah negara ke-4 di bawah Brazil Turki Jerman yang sudah berhasil menyuntikkan paling banyak sampai saat ini," katanya.

Distribusi vaksin Indonesia sudah lebih banyak dari Prancis, Spanyol, Israel, UEA, Australia, Kanada, Korea Selatan, Jepang, dan banyak negara-negara Eropa barat lainnya.

"Kita hanya tinggal Jerman dan Inggris dan kalau kita lihat bedanya dengan cermat sudah tidak banyak," ungkapnya.

Simak Video: Stok Vaksin Semakin Terbatas, Pemerintah Prioritaskan Lansia

[Gambas:Video 20detik]



(ara/ara)