Vaksinasi Gotong Royong Bakal Pakai Vaksin Apa Ya?

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Senin, 19 Apr 2021 23:15 WIB
AS dan Afrika Selatan tangguhkan vaksinasi Johnson & Johnson setelah ditemukan sejumlah kasus pembekuan darah
Foto: BBC World
Jakarta -

Dua jenis vaksin akan digunakan pada program vaksinasi Gotong Royong yang diinisiasi pengusaha dari Kamar Dagang Industri (Kadin). Vaksin yang akan digunakan adalah produksi Sinopharm dan Sputnik.

Hal itu diungkapkan oleh Ketua Kadin Rosan Roeslani usai melakukan pertemuan dengan Presiden Joko Widodo. Dia mengatakan kedua vaksin tersebut kemungkinan akan digunakan pada program vaksin Gotong Royong.

"Ini nanti yang akan digunakan dengan Sinopharm dan Sputnik. Dengan dua itu harapannya," ujar Rosan kepada detikcom, Senin (19/4/2021).

Dia mengatakan vaksin ini akan didatangkan pada bulan Mei, seiring dengan penyuntikan yang akan dilakukan di bulan yang sama.

"Vaksinnya memang belum ada di Indonesia, kita harapkan bulan Mei nanti masuknya. Diharapkan minggu ke tiga dan ke empat bisa berjalan," ujar Rosan.

Hingga kini totalnya sudah ada 17 ribu lebih perusahaan yang mendaftarkan karyawannya untuk ikut program vaksin Gotong Royong. Jumlah orang yang divaksin sebanyak 8,67 juta orang.

Jumlah itu masih akan bertambah, Rosan mengatakan kemungkinan secara total program vaksin Gotong Royong akan memberikan vaksin untuk 20 juta orang yang didaftarkan oleh perusahaan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K Lukito mengungkap kemungkinan ada 3 vaksin yang akan digunakan untuk program Gotong Royong. Mulai dari Sinopharm, Novavax, dan Moderna.

"Vaksin Sinopharm sedang berproses, vaksin Novavax dan vaksin Moderna. AstraZeneca tidak akan masuk ke dalam program vaksinasi gotong royong," papar Penny dalam konferensi pers Selasa (9/3/2021) lalu.



Simak Video "Mengapa Vaksinasi di Indonesia Tak Capai Target Kemenkes?"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/dna)