Pembangunan Pabrik iPhone Diprotes Warga, Biaya Dipangkas

Aulia Damayanti - detikFinance
Rabu, 21 Apr 2021 12:52 WIB
HANOVER, GERMANY - MARCH 04:  The stand of Taiwanese electonics giant Foxconn promotes green and energy saving business practice at the CeBIT technology fair on the first day the fair opened to the public on March 4, 2008 in Hanover, Germany. CeBIT, the worlds largest technology trade fair, will run from March 4-9.  (Photo by Sean Gallup/Getty Images)
Foto: Getty Images
Jakarta -

Pabrik elektronik asal Taiwan Foxconn secara drastis memangkas biaya pembangunan pabrik dari US$ 10 miliar menjadi US$ 672 juta di negara bagian Amerika Serikat (AS) Wisconsin. Selain itu, perusahaan juga memangkas jumlah pekerja baru menjadi 1.454 dari rencana 13.000.

Dikutip dari Reuters, Rabu (21/4/2021), kesepakatan Foxconn-Wisconsin pertama kali diumumkan di Gedung Putih pada Juli 2017. Investasi itu sebelumnya direncanakan untuk membangun pabrik seluas 20 juta kaki persegi atau hampir 2 juta m2 di Wisconsin.

Proyek ini disebut oleh mantan Presiden AS Donald Trump sebagai keajaiban dunia kedelapan. Selain itu, kesepakatan vendor iPhone Taiwan dan AS menjadi investasi terbesar dalam sejarah AS untuk lokasi baru yang dilakukan perusahaan di luar negeri.

Menurut Trump, langkah yang dilakukan oleh Foxconn dengan membangun pabrik di AS merupakan lompatan besar dan awalan untuk hadirnya investasi asing di AS.

Namun, rencana tersebut terganjal warga lokal Wisconsin. Pembangunan itu dikecam karena mendapatkan insentif pajak yang sangat besar, selain itu akan mengambil hak air dan akan terjadi banyak pembongkaran rumah.

Sebagai informasi, dalam menyambut masuknya Foxconn, Gubernur Wisconsin, Scott Walket, menandatangani aturan insentif pajak untuk Foxconn senilai US$ 3 miliar atau sekitar Rp 39 triliun kala itu.

Pada 2019, Wisconsin juga membayar lebih dari US$ 152 juta untuk 132 properti guna memberi jalan bagi Foxconn, ditambah US$ 7,9 juta untuk biaya relokasi, menurut catatan desa yang diperoleh oleh Radio Publik Wisconsin dan dianalisis oleh Wisconsin Watch.

(ara/ara)