Akhir Drama Kelangkaan Gula Rafinasi di Jatim

Hilda Meilisa Rinanda - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 17:12 WIB
Dalam beberapa pekan terakhir, marak pemberitaan krisis gula rafinasi di Jatim. Hal ini diikuti desakan sejumlah pihak agar PT Kebun Tebu Mas (KTM) Lamongan diberikan izin impor raw sugar.
Foto: Istimewa/Humas Polda Jatim

Pernyataan Abdul Rochim didukung fakta lapangan. Guru Mujib, pemilik AR Bakery and Donut di Nganjuk yang produknya dipasarkan ke Madiun, Ngajuk dan Kediri. Ia sendiri mengaku tak ada masalah dengan pasokan gula yang dalam kondisi ramai, mampu menyerap 2,5 kuintal gula/hari. Mujib mengaku siap memacu produksinya apa lagi jelang hari raya Lebaran.

Hal senada disampaikan Tjokro Tjahyono, pemilik industri makanan ringan dengan merk dagang Happy Tos di Malang. Usaha tersebut telah dikelola puluhan tahun. Saat ini per bulan ia menggunakan GKR sebanyak 60 ton. Dibeli dari pabrik GKR di Cilegon seharga Rp 10.000 per kg, termasuk ongkos angkut dan pajak. Pasokan gula rafinasi pun disebutnya aman tanpa kendala.

"Lancar-lancar saja kok. Pengiriman pun cepat. Paling lama dua hari sudah sampai di Malang," pungkasnya.

Ketua Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Benardi Dharmawan bahkan sampai langsung melakukan konfirmasi ke kalangan usaha di Jawa Timur termasuk ke markas besar Nahdatul Ulama.

"Kyai Said menyampaikan bahwa sejauh ini kalangan usaha berkembang dengan baik meskipun sedikit terdampak pandemi. Pasokan bahan baku juga lancar. KH Said mengaku kaget dengan pemberitaan di media massa bahwa terjadi kelangkaan," kata Benardi usai bertemu Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siraj, Rabu (21/4/2021) lalu.

Dari pengalaman sebelumnya, PBNU pasti menerima laporan bila ada industri yang dijalani para santri mengalami kendala, termasuk soal kelangkaan gula rafinasi tersebut bila benar-benar ada.

"Jika terjadi kelangkaan, apalagi dalam jumlah ribuan unit UKM terancam bangkrut, dipastikan akan ada laporan ke PBNU sebagaimana laporan warga ketawang ketika ada rencana impor beras," sambung dia.

Menyikapi adanya permintaan penambahan impor raw sugar, Said Aqil, meminta agar pemerintah bijaksana dan berhati-hati.

"Jangan sampai ada pihak-pihak yang mengatasnamakan UKM padahal kepentingan sebenarnya adalah meminta impor," tutur dia.

Tak berhenti sampai di situ. Isu kelangkaan juga jadi perhatian satuan tugas (satgas) pangan. Bagaimana akhir ceritanya? Buka halaman selanjutnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2 3


Simak Video "Gaduh Stok Gula Rafinasi Langka di Jawa Timur"
[Gambas:Video 20detik]