RI Tetap Ekspor CPO-Batubara ke India yang Dilanda Tsunami COVID-19

Vadhia Lidyana - detikFinance
Kamis, 29 Apr 2021 19:46 WIB
Mendag M Lutfi
Foto: Muhajir Arifin
Jakarta -

India tengah menghadapi gelombang kedua pandemi COVID-19, bahkan menuju gelombang ketiga. Penyebaran COVID-19 di India tembus 18,37 juga kasus, di mana 379 ribu kasus harian baru, dan angka kematian tembus 204 ribu kasus menurut data WHO.

Dikutip dari Reuters, lonjakan kasus Corona di India diduga sebagian disebabkan oleh kemunculan varian baru dan digelarnya kampanye politik juga festival keagamaan yang dihadiri banyak orang tanpa mematuhi protokol kesehatan yang diberlakukan.

Situasi pandemi yang memburuk ini membuat kewalahan sistem layanan kesehatan di India, dengan rumah-rumah sakit setempat kekurangan tempat tidur pasien, pasokan oksigen, dan obat-obatan.

Meski penyebaran COVID-19 di India semakin parah, Indonesia tak menghentikan kegiatan ekspor.

Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menuturkan, kerja sama perdagangan antara Indonesia dan India tetap berjalan.

"Secara umum tidak ada kendala dalam kegiatan fasilitasi ekspor impor antara Indonesia dan India. Protokol kesehatan diterapkan untuk mencegah warga negara asing masuk, termasuk India. Namun hal ini tidak mengganggu kelancaran bongkar muat barang," ujar Lutfi dikutip dari keterangan resmi Kemendag, Kamis (29/4/2021).

Aktivitas ekspor Indonesia ke India didominasi oleh produk minyak kelapa sawit, batubara, tembaga, karet, dan pupuk kimia.

Pada 2020-2021, kapal yang membawa barang ekspor Indonesia ke India didominasi oleh kapal berjenis tangker untuk barang curah cair seperti minyak kelapa sawit dan tongkang untuk barang curah padat seperti batubara. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Didi Sumedi mengatakan, untuk barang berjenis tersebut pada umumnya bongkar muat tidak memerlukan banyak kontak fisik dengan awak kapal.

Adapun pengiriman CPO ke India dilakukan melalui pelabuhan bongkar muat Dumai, Provinsi Riau.

"Pelabuhan Dumai merupakan salah satu pelabuhan dengan terminal curah cair terbesar di Indonesia. Di tengah pandemi COVID-19 Dumai tetap menjadi pelabuhan umum yang tertinggi dalam pengapalan CPO dan turunannya di Indonesia. Kebanyakan ekspor RI ke India saat ini lebih banyak terkait produk likuid/cair yang perpindahannya lebih banyak melalui saluran pipa, jadi sangat minimal keterlibatan orang," terang Didi.

Atase Perdagangan Indonesia untuk New Delhi India Bona Kusuma menambahkan, saat ini pemerintah India tetap mempertahankan pelayanan publik, salah satunya pelayanan kegiatan ekspor dan impor. Namun, pelayanan tersebut tidak berjalan secara penuh.

"Selain itu, India juga menerapkan jam malam sehingga kapasitas bongkar muat kapal mengalami penyesuaian," imbuh dia.

Selain mengekspor ke India, Indonesia juga mengimpor sejumlah produk, terutama daging kerbau beku, kacang, hidrokarbon siklik, produk baja, dan gula.

Pada 2020, total perdagangan Indonesia dan India mencapai US$ 14,18 miliar dengan nilai ekspor Indonesia sebesar US$ 10,41 miliar. Ssdangkan, nilai impor sebesar US$ 3,76 miliar. Dengan demikian, pada periode tersebut Indonesia mengalami surplus perdagangan sebesar US$ 6,65 miliar.

(vdl/dna)